Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Presiden Jokowi Bertemu Dengan Para Tokoh Dan Mahasiswa Papua Di Istana Negara, Jakarta. (foto: Merdeka.com)
Dream Sejumlah tokoh Papua bertemu Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa 10 September 2019. Dalam pertemuan itu, mereka mengajukan beberapa permintaan kepada Jokowi, salah satunya, membangun istana kepresidenan.
Dikutip dari Merdeka.com, Selasa 10 September 2019, seorang tokoh Papua, Abisai Rollo, meminta presiden bernama lengkap Joko Widodo itu membangun istana presiden di Papua. Dengan begitu, Jokowi juga bisa berkantor di Papua.
" Membangun istana presiden RI di Papua di ibu kota Provinsi Papua, Jayapura, sehingga perjalanan dan berkantor di Papua. Dengan kebijakan beristana di Kalimantan, tapi juga di Papua," kata Abisai.
Jokowi menyetujui permintaan Abisai. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu, pembangunan istana negara di papua bakal dimulai tahun depan. " Jadi mulai tahun depan istana ini akan dibangun. Sudah," kata dia.
Jokowi mengatakan pembangunan istana di Papua tidaklah mudah. Setidaknya ada lahan yang luas untuk membangun istana kepresidenan.
“ Istana ini, kan, yang sulit tanahnya,” kata dia.
Pihak Papua telah menyediakan lahan gratis 10 hektare untuk pembangunan istana negara. Dengan begitu, lahan tak jadi masalah.
“ Ini tanahnya tadi disediakan 10 hektare gratis. Benar sudah ada? Nanti kalau disampaikan hari ini de facto sudah diserahkan. Saya diskusi dulu dengan para menteri," kata dia.
Sekadar informasi, Jokowi bertemu dengan 61 tokoh dan mahasiswa Papua di Istana Negara. Jokowi didamping oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, Menko Polhukam, Wiranto, sampai
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan.
Para tokoh adat serta mahasiswa hingga para menteri hadir dalam pertemuan itu nampak mengenakan hiasan rumbai kepala.
Dalam pertemuan ini, Abisai Rollo, perwakilan adat Papua, meminta sederet permintaan kepada Jokowi
" Pertama, minta untuk adanya pemekaran 5 wilayah di provinsi papua dan papua barat. Kedua, pembentukan badan nasional urusan tanah Papua,” kata dia.
Abisai juga meminta ada penempatan pejabat eselon I dan II di kementerian serta lembaga pemerintah. Pemerintah juga diminta untuk membangun asrama Nusantara di seluruh kota dan menjamin mahasiswa di Papua.
Tidak hanya itu, mereka juga mengusulkan agar merevisi Undang-undang Konsus dalam prolegnas di 2020. Lalu mereka meminta agar pemerintah menerbitkan inpres untuk pengangkatan ASN di tanah Papua.
" Selanjutnya percepatan Palapa Ring Timur Papua. Bapak Presiden mengesahkan lembaga adat dan anak Papua,” kata dia.
Terakhir mereka juga meminta agar Jokowi membangun istana di Bumi Cendrawasih. Tidak hanya di Kalimantan, kata dia, masyarakat Papua meminta Jokowi berkantor di sana.
" Membangun istana presiden RI di Papua di Ibu Kota Provinsi Papua, Jayapura. Sehingga perjalanan dan berkantor di Papua. Dengan kebijakan beristana di Kalimantan tapi juga di Papua," kata dia.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya