Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menko Airlangga (Foto: Merdeka.com)
Dream - Pemerintah tidak hanya akan memberikan bantuan kuota internet bagi siswa sekolah. Untuk memfasilitasi para siswa bisa menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ), Pemerintah akan menyiapkan bantuan tablet murah.
" Ini salah satu program, kami lihat bagaimana menyediakan tablet murah untuk masyarakat karena kita ketahui pulsa, sebagian besar siswa menggunakan nomor orang tua," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam diskusi virtual di Jakarta, Kamis 10 September 2020.
Namun demikian, Airlangga mengingatkan bantuan tablet murah butuh pendalaman. Ini agar bantuan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan untuk keperluan lain.
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merencanakan anggaran sebesar Rp9 triliun untuk bantuan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa selama 3 hingga 4 bulan ke depan.
Bantuan ini tak hanya untuk siswa namun juga mahasiswa, guru serta dosen. Bantuan tersebut berupa subsidi kuota internet.
" Kami sudah mendapat persetujuan untuk anggaran sebesar Rp9 triliun untuk tahun ini yang akan kami kerahkan untuk pulsa atau kuota data bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen selama 3 sampai 4 bulan ke depan," kata Mendikbud Nadiem Makarim dalam raker bersama Komisi X DPR RI di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis 27 Agustus 2020.
Nadiem memberikan rincian yaitu dana Rp7,2 triliun untuk subsidi kuota internet bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen. Setiap bulannya, siswa akan mendapatkan kuota internet 35 GB dan untuk guru 42 GB.
Sedangkan mahasiswa dan dosen akan mendapatkan kuota 50 GB masing-masing. Subsidi ini akan bergulir selama September-Desember 2020.
" Kami juga sudah mengamankan tambahan penerima tunjangan profesi guru dan tenaga pendidikan dan tunjangan profesi, dosen dan tunjangan guru besar sebesar Rp1,7 triliun. Jadi total ini sekitar Rp9 triliun," ucap Nadiem.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya