Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pandemi Covid-19 berdampak signifikan bagi seluruh sektor industri, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Padahal banyak masyarakat yang kini tengah mencari peruntungan di bidang UMKM.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah masyarakat yang terjun ke sektor UMKM meningkat pesat sehingga mampu menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja.
Namun di sisi lain, Survei Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menyatakan, sekitar 70 persen UMKM terpaksa menghentikan kegiatan produksi sejak pandemi berlangsung.
Hal ini mendorong Tokopedia, Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) dan Asosiasi Perempuan Pengusaha Usaha Kecil (ASPPUK) berkolaborasi memberdayakan ribuan pegiat UMKM, terutama perempuan dan difabel melalui Program Perempuan Wirausaha Tangguh dan Kreatif.
" Saat ini sudah ada hampir 9 juta penjual di Tokopedia, yang hampir 100 persen UMKM. Bahkan 94 persennya berskala ultra mikro. UMKM punya peran signifikan dalam pemulihan ekonomi yang saat ini terdampak pandemi, maka perkembangan mereka harus kita dukung bersama-sama," tutur Nuraini Razak, VP of Corporate Communications Tokopedia di Jakarta, Selasa 8 September 2020.
Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya Global Program 5by20 The Coca-Cola Company, yang menargetkan pemberdayaan ekonomi melalui peningkatan kemampuan dari 5 juta pengusaha perempuan pada tahun 2020.
Sebanyak 2.140 UMKM di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta akan diberikan materi edukasi berbisnis online. Kemudian 750 UMKM perempuan dan 75 UMKM difabel dengan ide bisnis terbaik juga berkesempatan mendapatkan pendampingan lebih intensif.

Pendampingan akan dilakukan secara offline oleh tim ASPPUK dalam kelompok kecil dan sesuai protokol kesehatan yang berlaku. Program ini juga mendorong para wanita kreatif untuk semakin melebarkan sayap usaha mereka.
Salah satu pegiat usaha yang mengikuti program ini adalah pemilik usaha Sabun Langis, Yomi Windi Asni. Wanita asal Bantul ini mengembangkan usaha olahan minyak jelantah menjadi sabun cuci ramah lingkungan.

" Saya berpikir bagaimana caranya agar minyak jelantah bisa diolah kembali jadi lebih ekonomis. Kemudian mulailah eksperimen minyak jelantah ini menjadi sabun. Butuh riset 3-4 bulan. Kebetulan saya memang berasal dari pendidikan kimia," tutur Yomi.
Selain Yomi, ada juga Rofitasari Rahayu pemilik usaha kerajinan Wayang Sodo dan Suyatmi pemilik usaha Aulya Lurik.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya