Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
Konferensi Pers PP Muhammadiyah Terkait Dana Di 3 Bank Syariah Pemerintah (Youtube/Muhammadiyah Channel)
Dream - Pimpinan Pusat Muhammadiyah memutuskan untuk menarik dana Persyarikatan dari Bank Syariah Indonesia. Penempatan dana akan difokuskan kepada lembaga keuangan yang mendukung penguatan sektor UMKM.
" Dalam waktu dekat, Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan menerbitkan petunjuk teknis yang terkait dengan dana amal usaha dan Persyarikatan yang disimpan di tiga bank syariah pemerintah dan penempatan dana setelah BSI mulai beroperasi," ujar Sekretaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto, dalam konferensi pers virtual yang disiarkan channel YouTube Muhammadiyah.
Agung menyatakan keputusan ini tidak berkaitan dengan signifikansi dana milik pihak manapun yang disimpan di BSI. Tetapi lebih didasari pada tuntutan akuntabilitas publik terhadap BSI.
" BSI sebagai badan usaha milik negara yang menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat, sebagaimana perintah Undang-undang," kata Agung.
Ke depan, kata Agung, Muhammadiyah akan fokus pada pengembangan program UMKM dan ekonomi kerakyatan.
Muhammadiyah, terang Agung, bersama seluruh amal usaha dan jaringan organisasi yang luas didukung manajemen profesional dan sumber daya manusia dengan spirit Alquran, khususnya Surat Al Ma'un, telah siap baik secara konsep maupun langkah nyata.
" Hal itu sejalan dengan kebijakan Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan New Economic Policy yang berbasis pada Kebijakan Ekonomi Berkeadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia," kata Agung.
Terkait dengan kehadiran BSI, Agung menegaskan penggabungan yang terjadi merupakan kebijakan dan wewenang penuh pemerintah. Tentunya diambil berdasarkan pengkajian yang komprehensif dan mendalam.
" BSI yang berlabelkan syariah secara khusus penting menaruh perhatian, pemihakan, dan kebijakan imperatif pada program penguatan dan pemberdayaan ekonomi umat Islam yang sampai saat ini masih lemah secara ekonomi," ucap Agung
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?

Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya

Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?