Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dream - Memulai awal pekan dengan meyakinan, laju indeks bursa syariah Indonesia justru melemah jelang akhir pekan. Pada penutupan kali ini, Jumat, 11 Juni 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) kembali ditutup melemah.
Kondisi pasar yang sudah jenuh beli setelah tren naik kemarin disebut menjadi pemicunya. Investor pon ramai-ramai melakukan aksi ambil untung.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, indeks ISSI turun 0,922 poin (0,58%) ke level 158,919. Indeks JII juga melemah 6,003 poin (0,90%) ke level 657,700.
Transaksi jual membuat nilai perdagangan jual beli saham syariah sedikit tinggi hingga Rp 3,09 triliun. Aksi jual mendorong 111 emiten syariah ditutup menguat. Sedangkan 74 emiten ISSI lainnya berhasil bertahan menguat dan 45 stagnan.
Laju dua indeks acuan saham syariah ini sebenarnya dibuka menguat di awal perdagangan. Namun ketegangan pemodal akan pertemuan The Fed kembali memicu aksi jual pelaku pasar. Apalagi, tren laju indeks disebutkan tengah dalam posisi tren turun.
ISSI sempat menyentuh posisi tertingginya di 160,217 dan jatuh ke level terendahnya di sesi penutupan.
Sebagian besar indeks sektoral ditutup melemah dipimpin industri aneka yang turun 3,21 persen, manufaktur 1,22 persen, dan barang konsumsi 0,98 persen.
Dua indeks sektoral yang berhasil menguat adalah perdagangan yang naik 0,40 persen dan pertanian 0,20 persen.
Emiten bluechips syariah pencetak top losser kali ini adalah ASII yang turun Rp 250, UNVR Rp 250, PTBA Rp 175, SMGR Rp 125, dan UNTR Rp 125 per saham.
Sementara di jajaran top gainer bertengger saham-saham seperti SILO yang naik Rp 350, LPF Rp 225, INDF Rp 100, PGAS Rp 40, dan SSMS Rp 25 per saham.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan