Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Kerja Lembur. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, kita semua tahu bekerja lembur bisa menimbulkan beragam risiko mulai dari kelelahan bahkan yang mengerikan bisa memicu kematian.
Kali ini ada seorang warganet yang menyampaikan “ jeritan hati” ketika sang teman baik meninggal setelah lembur.
Dilansir dari World of Buzz, Senin 8 Oktober 2018, seorang pengguna Facebook bernama Adam Chan, menuliskan surat terbuka tentang temannya. Adam bercerita sang kawan meninggal dunia setelah bekerja lembur.
“ Teman baik meninggal kemarin. Alasannya? Kerja lembur,” kata dia.
Adam mengatakan teman yang tak disebutkan namanya ini meninggalkan kantor pada pukul 2 dini hari dan mengalami kecelakaan ketika hendak pulang ke rumah.
Dia mengaku tak tahu apa alasan kawan enggan pulang lebih cepat. Namun, ada satu alasan yang membuatnya kesal.
Temannya yang lain mengatakan ada budaya kerja di kantor “ kawan” yang melarang staf departemen audit untuk pulang lebih cepat sebelum pekerjaannya selesai. Bahkan, larangan ini juga berlaku jika seniornya belum pulang.
“ Tak ada yang peduli kamu lelah, seseorang menunggumu di rumah, atau alasan lainnya untuk menunda kerja. Atau, (alasan itu) mempengaruhi kinerja dan citra tim audit secara keseluruhan,” tulis Adam.
Adam mengatakan dirinya bukan dari sektor auidit. Dia juga tak tahu bagaimana budaya kerja di kantor “ kawan”.
Tapi, dia berharap yang dikatakan adalah benar. Lalu, budaya kerja yang tidak sehat harus berhenti dan berubah secepatnya.
“ Saya tak perlu menulis panjang-panjang agar dunia tahu apa yang dipikirkan. Saya hanya berharap isu ini bisa ditindaklanjuti secara serius setelah insiden ini terjadi,” tulis Adam.
Dia juga berharap karyawan yang bekerja lembur agar menjaga dirinya baik-baik dan beristirahat yang cukup.
Kepada World of Buzz, Adam mengatakan sang kawan bekerja lembur selama berminggu-minggu. Dia berharap kematian temannya ini bisa mengubah industri tentang bahaya kerja lembur. Adam juga berharap tak ada lagi karyawan yang meninggal akibat kelelahan bekerja.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya