Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
Sumber Foto: Shutterstock.com
Dream – Sudah bukan rahasia lagi konsumsi masyarakat meningkat saat bulan Ramadan. Berbagai tradisi dan kebiasaan di bulan puasa menjadi pemicu meningkatnya pengeluaran seseorang.
Belum lagi kenaikan harga barang yang menjadi faktor pendorong tingginya pengeluaran masyarakat. Di sisi lain, kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi dan itulah yang membuat orang-orang merogoh kocek lebih untuk berbelanja.
Aktivitas belanja yang meningkat ini pun tidak hanya terjadi di secara offline, tetapi juga secara online.
Salah satu e-commerce di Indonesia, Elevenia mencatat ada peningkatan transaksi belanja online dua kali lipat menjelang bulan Puasa. Kenaikan jumlah transaksi terjadi hingga dua pekan menjelang Lebaran.

Jumlah transaksi akan mengalami penurunan sepekan menjelang Lebaran hingga 50 persen. Selanjutnya kembali naik 3 kali lipat setelah pekan Lebaran berlalu.
“ Secara konsisten, kami mendapati transaksi belanja akan turun pekan Lebaran karena masyarakat sudah sibuk mempersiapkan acara Lebaran itu sendiri, seperti bepergian ke kampung halaman maupun bersilaturahmi mengunjungi sanak saudara,” kata GM Strategy and Communication Elevenia, Bayu S. Tjahjono, di Jakarta, melalui keterangan tertulis diterima Dream.
Bayu juga mengatakan Elevenia mendapati transaksi belanja justru meningkat pada jam 14.00-17.00. Jam-jam tersebut menjadi waktu favorit untuk berbelanja dan di luar jam itu, transaksi belanja justru turun.

“ Selain waktu ngabuburit pukul 14.00-17.00, grafik transaksi belanja menurun. Ini bisa jadi disebabkan oleh banyaknya agenda silaturahmi berbuka puasa dengan kerabat serta beribadah tarawih,” kata dia.
Bayu mengatakan di Elevenia, fesyen menjadi produk yang paling diburu oleh masyarakat selama Ramadan. Yang kedua adalah gadget, namun terjadi setelah Lebaran. Produk yang paling laris berikutnya adalah pulsa telepon.
“ Sesuai dengan pesan Ramadan, ‘lahir baru’, belanja, dan mengenakan baju baru sudah menjadi tradisi menyambut Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, baju juga bisa menjadi alternatif hadiah yang pas untuk kerabat. (Sementara itu), peningkatan belanja produk gadget biasanya terjadi di waktu yang berdekatan dengan waktu penerimaan Tunjangan Hari Raya (THR),” kata dia.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?