Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

IHSG `Terpapar` Virus Corona, OJK Turun Tangan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 28 Februari 2020 15:14
IHSG `Terpapar` Virus Corona, OJK Turun Tangan
Indeks ini `melempem` beberapa hari ini karena terimbas wabah corona.

Dream - Beberapa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan. Kondisi itu disebabkan oleh merebaknya virus Corona di sejumlah negara.

“ Ini dilatarbelakangi oleh sentimen negatif penyebaran virus corona yang semakin meluas ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat,” kata Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sekar Putih Djarot, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 28 Februari 2020.

OJK akan terus memantau perkembangan dan dinamika pasar saham, baik di regional dan domestik. Otoritas keuangan ini akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk mengambil sikap.

“ OJK akan terus berkoordinasi dengan Bursa Efek Indonesia untuk melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan sesuai dengan kewenangan,” kata dia.

Otoritas juga akan menggandeng pemerintah dan Bank Indonesia untuk menentukan kebijakan selanjutnya. Ketiganya akan bekerja sama dalam memberikan stimulus.

“ Dan menjaga kepercayaan publik, khususnya investor,” kata dia.

Sekadar informasi, sejak ditutup menguat di 6.113,043 pada 29 Januari 2020, IHSG terjungkal ke level 5 ribu. Hingga Februari 2020, IHSG tak beranjak dari level 5 ribu. Pada Kamis 27 Februari 2020, IHSG ditutup di 5.535,694.

1 dari 6 halaman

Makin Cemas dengan Virus Corona, Indeks Syariah Tiarap

Dream - Ketakutan investor akan virus Corona makin menjadi. Kondisi itu membuat tiga pasar modal syariah dan IHSG berjatuhan pada penutupan Kamis 27 Februari 2020.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 3,092 poin (1,89%) ke level 160,235. ISSI dibuka melemah di 163,326 dan terus melemah hingga level 159,626. Indeks ini sempat menguat ke 163,618, namun penguatannya tak berlangsung lama.

 



Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) merosot 13,879 poin (2,34%) ke level 579,716.

Indeks JII70 turun 4,441 poin (2,23%) ke level 194,945.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 153,227 poin (2,69%) ke level 5.535,694.

2 dari 6 halaman

Semua Indeks Melemah

Semua indeks syariah terjun bebas. Penjualan saham terbanyak terjadi di sektor keuangan sehingga indeksnya melorot 3,94 persen, industri dasar 2,67 persen, pertambangan 2,43 persen, dan barang konsumsi 2,36 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah IBST yang harga sahamnya naik Rp1.375, ALDO Rp88, MIKA Rp70, AALI Rp50, dan CSRA Rp50.

Sebaliknya, yang terkoreksi kali ini adalah CTBN senilai Rp780, TCPI Rp550, UNTR Rp425, ICBP Rp275, dan TPIA Rp275.

Sentimen ini membuat rupiah melemah. Pada 16.30, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menguat 24 poin (0,17%) ke level Rp13.954 per dolar AS.

3 dari 6 halaman

Virus Corona Tak Halangi China Cetak Miliarder Baru, Malah Kalahkan AS

Dream - Wabah virus corona tak memengaruhi China untuk melahirkan miliarder-miliarder baru. Jumlah orang tajir-melintir yang lahir dari Negeri Tirai Bambu justru lebih banyak daripada Amerika Serikat.

Lihat saja daftar peringkat Hurun Report yang memeringkat 2.816 miliarder dari 71 negara daan 2.182 perusahaan dalam Hurun Global Rich List 2020. Hasilnya, ada 1.811 miliarder yang meningkat kekayaannya, 479 pendatang baru, 604 yang kekayaannya turun, dan 130 yang hartanya terjun bebas. Ada jug 369 miliarder yang hartanya segitu-gitu saja.

Yang menarik adalah China. Negara ini melahirkan 182 miliarder baru sehingga jumlahnya mencapai 799 orang. Angka ini tiga kali lipat jumlah miliarder Amerika Serikat yang hanya mencetak 59 miliarder baru dari total 626 miliarder.

“ Jumlah ini memperlebar ‘jurang’ dengan Amerika Serikat. Saat ini, China punya jumlah miliarder yang lebih banyak daripada Amerika Serikat dan India,” kata Hurun Report Chairman and Chief Researcher, Rupert Hoogewerf.

 



Rupert juga menegaskan, tahun lalu sampai akhir 2020, saham-saham teknologi di China meroket 77 persen dan farmasi 37 persen. Kenaikan ini mengalahkan saham dunia sebesar 16 persen.

“ Sebuah ledakan dalam penilaian saham teknologi dan pasar saham yang kuat di seluruh Amerika Serikat, India, dan China, mendorong miliarder mencapai rekor yang tinggi,” kata dia.

4 dari 6 halaman

Wabah Corona Bangkitkan Industri Game dan Farmasi Tiongkok

Wabah virus corona memang menumbangkan beberapa sektor bisnis di China. Sebut saja ritel, otomotif, dan pariwisata. Akan tetapi, virus berkode Covid-19 itu justru bisa menumbuhkan sektor-sektor bisnis lainnya, seperti vaksin, edukasi online, sampai games.

Misalnya, saat sekolah-sekolah tutup sejak Imlek, bisnis provider edukasi onlinne, seperti Genshuixue milik Cheng Xingdong dan TAL Education punya Zhang Banxin. Bisnis vaksin milik wirausahawan An Kang, Hualan Biological Engineering melesat 23 persen.

5 dari 6 halaman

Rp72 M untuk Influencer Wisata Tangkal Corona, Mau Pakai BTS?

Dream - Pemerintah menganggarkan dana Rp 71 miliar bagi influencer untuk mempromosikan wisata di Indonesia yang terdampak wabah virus corona. Rencananya, jasa influencer asing akan digunakan.

Dikutip dari Merdeka.com, Kamis 27 Februari 2020, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, mengatakan influencer yang digunakan berasal dari negara target pariwisata di Indonesia.

“ Ada Eropa, Australia, Middle East, India. Masak orang Amerika promosiin buat India. Kan, beda lagi. Jadi, memang seperti itu,” kata Wishnutama di Jakarta.

 



Dia masih menghitung jumlah anggaran untuk influencer. Wishnutama berkelakar tak bisa menyewa BTS, boyband asal Korea Selatan.

Dikatakan, anggarannya tak mencukupi untuk menyewa jasa boyband yang punya penggemar di seantero dunia.

“ Range-nya, kan, macam-macam. Kalau bilang BTS, ya, nggak akan sanggup. Itu lebih dari US$10 juta (Rp138,96 miliar) kali,” kata Wishnutama.

6 dari 6 halaman

Jadi Siapa Saja, Nih, Influencernya?

Saat ditanya siapa saja influencer yang akan digandeng untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, Wisnhutama belum mengungkapkannya. Dia akan melihat viewers di YouTube ataupun media sosial.

“ Jadi, kita cari. Misalnya si A, engagement-nya berapa, viewers nya berapa di YouTube atau Instagram. Nah dari gitu-gitu lah yang akan kita lihat. Yang paling bagus, akan kita approach,” kata dia.

Semakin tinggi tingkat interaksi influencer dengan masyarakat, harga untuk menyewa mereka akan semakin mahal. Namun, yang terpenting para influencer internasional ini mau mempromosikan wisata Indonesia.

“ Mereka mau apa tidak, itu harus ditanya. Mau ga promosiin Indonesia. Belum tentu mau. Kalaupun mau berapa harganya, kita harus negosiasi. Kan gitu,” kata dia.

Sekadar informasi, pemerintah menganggarkan dana Rp103 miliar untuk kegiatan promosi pariwisata. Rinciannya Rp25 miliar untuk kegiatan pariwisata dan Rp72 miliar untuk influencer.

Beri Komentar