Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
ATM Milik Bank BNI
Dream - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) akhirnya angkat bicara terkait insiden salah transfer Rp 5,1 miliar yang dialami nasabahnya di Pontianak bernama Suparman.
Bank pelat merah tersebut mengakui adanya insiden salah transfer yang terjadi pada awal Februari 2015 tersebut.
" Peristiwa tersebut memang benar terjadi pada awal Februari 2015 lalu," kata Corporate Secretary BNI Tribuana Tunggadewi kepada Dream, Rabu, 11 November 2015.
Menurut Dewi, sapaannya, kesalahan transfer tersebut telah dikoreksi oleh BNI. Pihaknya juga memastikan tidak ada kerugian finansial baik bagi nasabah maupun BNI.
Dewi menegaskan, insiden ini bisa terjadi di perbankan mananpun. Sesuai Undang-undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana, setiap bank diberikan ruang untuk melakukan koreksi.
Terkait sumber dana, Dewi memastikan bahwa dana tersebut milik bank BNI. Semula, manajemen BNI akan mentransfer uang miliaran tersebut untuk keperluan operasional perusahaan. Dewi juga memastikan tidak ada indikasi tindak pidana pencucian uang.
" Hal tersebut juga diperkuat adanya Surat Pemberitahuan Penghentian Hasil Penyelidikan (SP2HP) oleh Polda Kalimantan Barat pada Oktober 2015, yang pada intinya tidak ditemukan unsur pidana dalam kejadian dimaksud," kata Dewi.
Lebih jauh, Dewi menghargai itikad baik dari Suparman yang telah kooperatif menyelesaikan permasalahan ini.
Seperti diketahui, seorang nasabah di Pontianak, Kalimantan Timur mendadak menjadi seorang miliarder. Tabungannya tiba-tiba menerima durian runtuh saat saldo tabungannya bertambah Rp 5,1 miliar.
Namun, Suparman, warga Ngabang, Landak ini hanya bisa merasakan menjadi miliarder sesaat. Uang durian runtuh tersebut ternyata dana salah transfer yang masuk ke rekening Suparman.
Kejadian ini bermula pada 2 Februari 2015, saat telepon genggangnya mendapat pesan singkat (SMS) Banking tentang adanya uang masuk ke rekening nomor BNI No.0274159343.
Suparman, pengusaha biliar ini sempat menggunakan dana sekitar Rp 2,2 miliar dari transfer yang disebut salah kirim tersebut. Namun status miliardernya dicabut paksa pada 5 Februari 2015. Saat pihak bank memblokir rekeningnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya