Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Pertumbuhan industri perbankan syariah di negara-negara yang tergabung dalam Dewan Kerja Sama Negara Teluk (GCC), khususnya di Arab Saudi, dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan belanja di sektor publik. Kondisi ini justru terjadi di tengah menurunnya pendapatan dari minyak.
Hal ini disampaikan Ernst & Young dalam World Islamic Banking Competitiveness Report 2015-2016, yang membahas tingkat persaingan perbankan syariah di dunia Islam di konferensi bersama World Islamic Banking Conference (WIBC), akhir pekan lalu.
" Ini menarik. Bagaimana bank terpengaruh karena pemerintah menarik cadangan mereka dari sektor perbankan, untuk mempersempit kesenjangan pada defisit anggaran akibat penurunan harga minyak dunia," kata Muzammil Kasbati, Direktur Global Islamic Banking Centre di E & Y, seperti dikutip dari Gulf News, Rabu, 4 November 2015.
Menurut laporan tersebut, laba perbankan Islam GCC meningkat menjadi US$ 12 miliar untuk pertama kalinya pada tahun 2014. Diperkirakan sektor ini akan terus tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi regional.
" Sembilan pasar inti saat ini menjadi mesin pertumbuhan bagi industri keuangan Islam global," kata tulis itu.
Laporan E & Y ini mengidentifikasi sekelompok bank, berjumlah 40 unit di seluruh pasar sembilan inti yang dikatakan 'secara sistemik penting' untuk kemajuan masa depan industri syariah. Dari 40 bank tersebut, lebih dari 50 persen memiliki basis ekuitas US$ 1 miliar atau lebih.
Menurut E & Y, sektor perbankan syariah Uni Emirat Arab khususnya telah mendapatkan momentum yang didukung oleh inovasi dan pertumbuhan jejak digital, sehingga meletakkannya sejajar dengan Malaysia dalam hal pangsa pasar global.
Laporan selengkapnya akan diluncurkan di konferensi WIBC 2015 yang akan digelar pada 2 Desember mendatang. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya