Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bencana kabut asap yang terjadi di berbagai wilayah di Sumatera dan Kalimantan akibat kebakaran hutan hingga kini keadaannya masih mengkhawatirkan dan membahayakan kesehatan. Hal ini diperburuk dengan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan musim kemarau tahun ini berlangsung hingga akhir tahun.
Melihat kejadian ini, Bank Muamalat bekerjasama dengan Baitulmaal Muamalat (BMM), menggelar kegiatan salat meminta hujan (salat istisqa) kemarin.
Pelaksanaan salat istisqa dilakukan serempat usai salat dzuhur di 83 lokasi kantor Bank Muamalat di seluruh Indonesia. Salat istisqa ini merupakan wujud dari kepedulian dan empati Bank Muamalat terhadap fenomena kekeringan yang terjadi serta bencana kabut asap.
Seperti dikutip dari keterangan pers, Selasa, 3 November 2015, Bank Muamalat beserta BMM berharap kegiatan ini dapat menjadi solusi agar kemarau panjang dan bencana kabut asap di wilayah Sumatra dan Kalimantan segera dapat diatasi.
“ Pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian kepedulian kami terhadap masyarakat yang telah sekian lama dilanda kekeringan panjang, juga sebagai bentuk kepedulian atas nasib saudara-saudara kita di berbagai wilayah yang terpapar kabut asap,” kata Direktur Utama Bank Muamalat, Endy Abdurrahman.
Kegiatan ini sekaligus juga menjadi langkah yang dilakukan oleh Bank Muamalat untuk mendukung berbagai kegiatan dan langkah, yang juga telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi kondisi kekeringan di berbagai wilayah serta bencana kabut asap di sejumlah wilayah.
Pemerintah sendiri diantaranya telah melakukan penggalian/pengeboran pada lapisan tanah untuk mendapatkan air bersih, menyediakan tangki air keliling serta mendistribusikannya hingga menciptakan hujan buatan. Biaya atas kegiatan tersebut juga mencapai miliaran rupiah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya