Satu Lagi Bank Besar Arab Bakal Beroperasi di Indonesia

Reporter : Ramdania
Kamis, 29 Oktober 2015 17:20
Satu Lagi Bank Besar Arab Bakal Beroperasi di Indonesia
"pangsa di Indonesia masih luas, kalau di Malaysia sudah jenuh pasarnya, di Timur Tengah juga sudah jenuh,"

Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bakal ada pemain baru di industri perbankan syariah nasional. Bank terbesar di Uni Emirate Arab, NBD, berencana membuka bank syariah di Indonesia.

" Ada bank dari Emirat, NBD, bank terbesar di Uni Arab ini, berencana bikin bank syariah di Indonesia," ungkap Direktur Penelitian, Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK, Dhani Gunawan Idat, di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2015.

Menurut Dhani, pihak NBD telah menyatakan menanamkan minatnya berinvestasi di perbankan syariah dengan perkiraan dana yang dibawanya sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 3 triliun. Namun, bentuk investasi tersebut belum dipastikan.

" Jadi bisa akuisisi, bisa bank baru. Ini mereka belum putuskan," ujarnya.

Dhani menjelaskan ketertarikan bank ini membuka bank syariah baru di tanah air karena besarnya potensi pasar perbankan syariah.

" Alasan mereka, pangsa di Indonesia masih luas, kalau di Malaysia sudah jenuh pasarnya, di Timur Tengah juga sudah jenuh. Makanya mereka lirik Indonesia," papar Dhani.

Dhani menambahkan pihak OJK sangat membuka kesempatan pihak asing untuk membuka bank syariah di Indonesia. Asalkan, investor asing ini membawa sumber daya manusia yang ahli di bidang ini untuk memberikan transfer ilmu kepada pihak-pihak perbankan syariah nasional.

" Kita masih terbuka untuk kepemilikan asing sepanjang mereka membawa keahlian di sini. Seperti di Jepang, dari 17 bank syariah, ada 6 yang dimiliki asing. Di Indonesia, baru 1 bank syariah asing, Maybank, tetapi memang perlu dijaga agar tidak terlalu banyak bank syariah asing," katanya.

Lebih lanjut, Dhani menambahkan kehadiran NBD di Indonesia bisa saja tahun depan. Namun, tetap tergantung pengajuan dan kelengkapan dokumen yang disiapkan pihak NBD.

" Kami harap bisa cepat, bisa saja 2016, sepanjang mereka cepat mengajukannya," pungkas Dhani.

Beri Komentar