Sasar Sekolah, 7.000 Pelajar Antre Jadi Nasabah BRI Syariah

Reporter : Ramdania
Selasa, 3 November 2015 14:44
Sasar Sekolah, 7.000 Pelajar Antre Jadi Nasabah BRI Syariah
Bentuk literasi perbankan salah satunya dengan memberikan edukasi kelompok yang belum bankable, atau belum aktif menjadi nasabah bank, seperti mahasiswa dan pelajar.

Dream - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah menjalin kerjasama dengan 34 perguruan tinggi di Indonesia. Bentuk kerjasama tersebut berupa penyediaan mini banking syariah yang merupakan sebuah perangkat lunak laboratorium perbankan syariah untuk dunia pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Menurut Direktur Utama BRI Syariah M. Hadi Santoso, kerjasama ini merupakan bentuk keseriusan anak usaha BRI ini dalam menyediakan layanan perbankan untuk dunia pendidikan guna mengedukasi pelajar agar menabung sejak dini.

Penyediaan mini banking syariah ini juga sebagai salah satu bentuk CSR untuk dunia pendidikan, penyediaan layanan SPP Online untuk kemudahan bagi mahasiwa, dan layanan CMS bagi pengurus lembaga pendidikan untuk mempermudah melakukan traksaksi perbankan.

“ Selain itu, kartu ATM co branding yang juga bisa berfungsi sebagai kartu mahasiswa, dan dekatnya cabang BRISyariah dengan kampus melalui pembukaan Kantor Kas di area kampus,” ujarnya, seperti dikutip dari keterangan pers, Selasa, 3 November 2015.

Selain menyediakan mini banking syariah ini, Corporate Secretary BRI Syariah Lukita T Prakasa menambahkan, BRISyariah aktif mendorong literasi keuangan. Salah satunya melalui produk tabungan SimPel iB.
“ BRISyariah aktif mendekati sekolah-sekolah melalui produk tabungan SimPel iB,” kata Lukita.

Lukita menyebutkan, dalam dua bulan sosialisasi dan pemasaran tabungan SimPel iB, hingga saat ini jumlah sekolah yang sudah kerja sama dengan BRISyariah ada 125 sekolah dan jumlah sekolah yang telah teredukasi sebanyak 200 sekolah.

“ Jumlah siswa yang telah menjadi nasabah sebanyak 2.000 nasabah, dan jumlah rekening yang masih dalam tahap penjajagan kerja sama ada sebanyak 7.000 rekening,” tandas Lukita.

Beri Komentar