Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Terungkap, Sosok Wanita Dan Anak Kecil Di Logo Sido Muncul
Dream - Dari sekian banyak produsen jamu tradisional, salah satu yang mampu bertahan hingga saat ini adalah Sido Muncul.
Bagi masyarakat Indonesia, tentu sangat akrab dengan produk Sido Muncul. Bahkan tanpa melihat merek, dan hanya melihat logo saja sudah bisa tahu bahwa itu jamu Sido Muncul.
Sejak berdiri pada 1951, Sido Muncul tidak pernah mengubah logonya -- seorang wanita menggendong anak kecil dipadu dengan alat pembuat jamu tradisional.
Ternyata sosok yang ada pada logo ibu bersama anak itu adalah pendiri Sido Muncul sendiri, yaitu Nyonya Rakhmat Sulistyo dengan cucu kesayangannya, Irwan Hidayat.
Saat ini Irwan menjabat sebagai Direktur PT Sido Muncul, dia adalah generasi ketiga penerus perusahaan jamu tersebut.
Ada kisah menarik di balik pemasangan foto ibu bersama anak kecil tersebut. Awalnya Nyonya Rakhmat hendak memasang foto dirinya dengan sang suami. Namun dia merasa foto itu justru aneh.
Akhirnya Nyonya Rakhmat memilih foto berdua dengan Irwan, cucu yang paling disayanginya itu, sebagai pendamping dalam foto di logo Sido Muncul.
Hingga saat ini, foto Nyonya Rahmat bersama cucunya itu tak pernah berubah. Irwan merupakan anak pertama dari lima bersaudara.
Dia dikenal sebagai cucu kesayangan nenek dibanding keempat adiknya. Bahkan dia baru bisa berhenti menangis ketika ditimang sang nenek.
Pada tahun 1950-an foto pendiri jadi logo perusahaan sedang tren. Beberapa perusahaan jamu lain seperti jamu Nyonya Item, Nyonya Kembar, hingga Nyonya Meneer menggunakan logo hampir mirip. Semuanya menggunakan foto pendiri perusahaan.
Usaha Sido Muncul berawal dari pasangan suami istri Siem Thiam Hie dan Rakhmat Sulistio yang merintis toko roti dengan nama Roti Muncul pada tahun 1930 di Semarang.
Masih di tahun yang sama, Nyonya Rakhmat mulai meracik jamu masuk angin yang kini dikenal dengan nama Tolak Angin.
Berbekal kemahiran Nyonya Rakhmat (Go Djing Nio) dalam mengolah jamu dan rempah-rempah, pasangan ini memutuskan membuka usaha jamu di Yogyakarta pada tahun 1935.
Di tahun 1940, Tolak Angin dalam bentuk godokan mulai dipasarkan. Barulah di tahun 1951, pasangan itu mendirikan perusahaan sederhana dengan nama Sido Muncul yang memiliki arti impian yang terwujud, di Jalan Mlaten Trenggulun, Semarang.
Kini Sido Muncul telah memproduksi 274 produk, yang terbagi dalam empat jenis, yakni jamu, suplemen dan bahan suplemen, minuman dan bahan minuman serta permen.
Alfi Salima Puteri
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa