Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bersaing Di Tengah Ketatnya Bisnis Clothing Butuh Strategi Yang Pas (Foto : Instagram @livehaf)
Dream - Selain komunikasi lebih mudah, salah satu hikmah dari kemajuan teknologi adalah aktivitas promosi barang-barang lokal semakin menjangkau lebih banyak orang. Dengan kualitas yang semakin diakui dan tak kalah dari produk luar negeri, banyak brand fesyen lokal yang mulai naik daun.
Founder dan CEO Livehaf, Arif Hidayat mengungkapkan brand lokal semakin berkibar di negara sendiri karena masyarakat mulai menyadari kualitasnya yang tak kalah bagus dari brand luar.
" Kualitas produk kami tak kalah dengan brand luar. Dengan bahan dan jahitan berkualitas," kata Arif Hidayat dalma keterangan tertulis.
Menjadi brand terkenal memang tak sepenuhnya mengandalkan promosi kualitas Banyak strategi penting lain yang dibutuhkan sebuah brand untuk mengembangkan dan memperkenalkan produk fesyen di tengah kompetitor lain.
Nah biar brand kamu lebih terlihat dibandingkan kompetitor lokal, Arief Hidayat membagikan beberapa rahasia yang membuat brandnya terkenal.

Menurut Arif Hidayat, harga yang diberikan dari setiap produk yang dijual perlu dipertimbangkan dengan matang. Dengan memperhatikan kualitas bahan, perhitungkan harga produk yang pas agar tidak terlalu mahal atau murah.
" Dengan bahan dan jahitan berkualitas serupa, harga yang kami tawarkan jauh lebih terjangkau untuk masyarakat," ucap Arif yang menyebut produk livehaf dilego antara Rp50 ribu sampai Rp 250 ribu.
.

Untuk tetap bisa bertahan di industri fesyen dibutuhkan kreativitas yang tak pernah habis. Jika brand awalnay terkenal karena satu produk, pemilik harus berpikir untuk mengembangkan usaha dengan menghadirkan beragam produk.
Sebagai contoh brand yang awalnya dikenal karena produk pakaiannya harus berpikir menjual tas, sepatu, sandal, atau kaos kaki.

Inilah yang menjadi kunci dari lahirnya sebuah brand. Strategi penjualan harus dilakukan dengan tepat agar sesuai sasaran dan selanjutnya menjadi terkenal.
Tren belanja online yang semakin berkembang dan diminati bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak nama sebuah brand. Jika memungkinan, brand bisa memberikan potongan harga dan keuntungan lain bagi pembeli sebagai pemikat.

Kolaborasi dengan publik figur atau sosok yang tengah viral bisa menjadi salah satu cara untuk mempertahankan bisnis yang dibangun dan membuat produk semakin dinekanl.Kini, Livehaf menggandeng Ghozali dan Komedian Indra Frimawan.
" Kami ingin mencari sosok yang cukup dekat dan erat dengan masyarakat. Hasilnya, banyak customer kami yang memberi komentar positif karena Livehaf bekerjasama dengan sosok sederhana dan dikenal," ucap Arif.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya