Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bulog Meluncurkan Panganandotcom. (Foto: Bulog)
Dream - Dunia digital semakin banyak digunakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Yang terbaru dilakukan Perum Bulog dengan merilis toko online yang menjual beragam bahan pangan pokok bernama PangananDotCom.
Perusahaan pelat merah yang mengurusi stok bahan pangan nasional ini mengklaim pemakaian teknologi digital bisa mempermudah akses masyarakat. Lebih jauh, Perum Bulog yakin kehadiran online shop ini akan menutup celah para mafia pangan.
“ Ke depan, kalau sudah ada di seluruh Indonesia, nggak ada lagi yang bisa mempermainkan pangan. Mereka akan mati dengan sendirinya karena nggak ada peluang,” kata Direktur Utama Bulog, Budi Waseso, di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 26 November 2019.
Budi menjamin masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pangan berkualitas dan akan menerima ganti rugi jika mendapatkan barang yang tidak sesuai dengan platform ini.
Saat ini, lanjut dia, masih banyak masyarakat yang belum bisa menikmati beras premium, terutama keluarga penerima manfaat.
Walaupun mendapat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), keluarga penerima manfaat tetap kekurangan beras karena ulah mafia pangan. " Sebanyak 30 persen beras hilang karena adanya mafia ini, ini sudah dibuktikan oleh Satgas Mafia Pangan dan Kepolisian," kata dia.
Melalui platform ini, Bulog juga bakal menggandeng BPNT agar distribusi beras transparan sehingga mafia pangan tidak punya kesempatan mencuri beras.
Nantinya, penyaluran BPNT lewat PangananDotCom akan dimulai Januari hingga Maret 2020 di Jabodetabek, April hingga November 2020 di Pulau Jawa, dan Desember 2020 di seluruh Indonesia.
Sekadar informasi, PangananDotCom ini merupakan kolaborasi dengan Istorisend E Logistic Indonesia, Shopee, dan JNE.
(Sumber: Liputan6.com/Athika Rahma)
Dream – Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi, pemerintah membuka keran daging impor. Salah satu negara yang menjadi pemasok daging sapi ke Indonesia adalah Brazil.
Daging sapi dari Brazil akan masuk ke Indonesia sampai akhir tahun ini. Daging itu dipastikan berstatus halal dan aman untuk dikonsumsi.
Dikutip dari Merdeka, Senin 2 September 2019, Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar, menyebut pemerintah sangat selektif memilih daging sapi yang akan masuk ke Indonesia. Baik dari segi kualitas, kesehatan, sampai kehalalan jadi pertimbangan.
“ Ada surat izin halalnyalah. Kami ada ketentuan mau masuk Indonesia, kan, ada surat dari itu, ada MUI yang mengeluarkan surat halal,” kata dia di Jakarta.
Selain itu, perusahaan yang akan memasok daging pun sudah pasti memiliki sertifikasi-sertifikasi tersebut. Sebab hal itu juga merupakan salah satu dari persyaratan yang diajukan oleh pihak Indonesia.
Daging sapi yang masuk dari Brasil akan dipastikan benar-benar aman dikonsumsi. Artinya terbebas dari penyakit.
" Kita mesti periksa semua melalui karantina, kalau itu tidak memenuhi syarat tidak akan mungkin kita ambil," kata Bachtiar.
Bachtiar mengatakan nama-nama pemasok daging sapi belum keluar. Perusahaan pelat merah ini masih menanti rekomendasi teknik dari Kementerian Pertanian.
Perusahan-perusahaan ini dipilih berdasarkan sistem lelang. Bachtiar memastikan tak ada praktik kecurangan dalam memilih perusahaan pemasok daging sapi impor tersebut.
" Belum. Karena saya menunggu rekontek dari Kementan," tutupnya.
Sebelumnya, pemerintah bakal membuka keran impor daging sapi sebesar 50 ribu ton dari Brasil hingga akhir tahun ini. Sekretaris Jenderal Kemendag Oke Nurwan mengatakan, tujuan impor daging sapi dari Brazil untuk membuat harga daging sapi dalam negeri menjadi lebih kompetitif.
Impor daging sapi akan dilaksanakan oleh tiga badan usaha milik negara (BUMN) yakni Perum Bulog sejumlah 30 ribu ton, PT Berdikari (Persero) 10 ribu ton, dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sejumlah 10 ribu ton.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya