Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(c) Shutterstock
Dalam merencanakan keuangan pribadi, mungkin masih banyak yang belum mempersiapkan dana darurat. Ada juga sebagian orang yang menganggap bahwa dana darurat itu sama dengan tabungan. Padahal, kenyataannya kedua jenis simpanan ini berbeda lho.
Sesuai dengan namanya, dana darurat sifatnya antisipatif, yaitu menjadi penyelamat saat keadaan darurat. Entah itu untuk biaya pengobatan darurat yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan dan asuransi, atau ketika tiba-tiba harus dirumahkan sementara terkait kondisi pandemi.
Terlebih di situasi yang serba nggak pasti ini, punya dana darurat itu sangat penting. Jadi, gimana sih caranya supaya dana yang dibutuhkan di kondisi darurat ini bisa terkumpul? Beberapa trik ini bisa kamu coba.

Hal pertama yang perlu diperhatikan saat menyiapkan dana darurat adalah memahami kondisi keuangan kamu saat ini. Catat berapa pendapatan bulanan dan pengeluaran yang biasa dihabiskan setiap bulan. Dengan melakukan pengecekan terhadap cashflow seperti ini, kamu bisa menentukan berapa besaran dana darurat yang harus disisihkan. Supaya lebih memudahkan, buat pembukuan khusus yang berisi detail pendapatan dan pengeluaran.

Secara umum, besaran dana darurat yang ideal adalah 6x gaji. Kelihatannya memang besar, tapi percayalah dana ini bisa menyelamatkanmu di masa paling gawat sekalipun sehingga kondisi keuangan tetap stabil, tapi tidak mengganggu tabungan pribadi yang sudah dikumpulkan.
Secara umum, menyiapkan dana darurat harus menggunakan prinsip urgensi. Kalau selama ini kamu punya budget bulanan untuk belanja fashion atau ngopi, nggak ada salahnya mengalihkan budget tersebut untuk mengisi pundi-pundi dana darurat. Baju baru atau kopi yang menemani kerja memiliki sifat opsional. Sementara itu, dana darurat lebih penting demi masa depan keuangan yang lebih baik.

Tahu nggak sih salah satu hal yang bikin susah banget menyimpan dana darurat karena masih tercampur dengan rekening yang digunakan untuk menyimpan uang bulanan? Nah, biar nggak terjebak kesalahan yang sama karena uang yang disimpan terpakai untuk keperluan sehari-hari, lebih baik simpan dana darurat di rekening terpisah, sehingga lebih aman terkendali.
Dengan rekening terpisah, risiko dana terpakai akan lebih minimal. Selain itu, dana darurat juga nggak akan tercampur dengan dana lain seperti tabungan atau uang jajan, sehingga lebih mudah dalam memantau apakah target yang diharapkan sudah tercapai atau belum.
Setelah merencanakan untuk punya dana darurat, terus apa yang harus dilakukan selanjutnya? Poin pentingnya adalah segera memulainya dan lakukan secara rutin. Menyisihkan gaji untuk dana darurat awalnya mungkin nggak semudah yang dibayangkan karena kebutuhan lain yang tiba-tiba harus dipenuhi. Misalnya membantu orang tua yang sakit atau kondisi lainnya.
Namun, asal dilakukan secara rutin, pasti dana darurat tersebut akan terkumpul juga. Poin paling penting adalah konsisten untuk terus menyisihkan uang dan hindari menggunakan dana yang sudah ada untuk kebutuhan yang sifatnya bukan urgent.
Itu tadi beberapa tips mengamankan dana darurat yang bisa menyelamatkan keuanganmu saat kondisi gawat. Yuk, semangat menyisihkan dana darurat!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya