Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pembiayaan Bank Syariah Mandiri Tumbuh 9,14 Persen Pada Kuartal I 2017.
Dream – PT Bank Syariah Mandiri (BSM) mencatatkan pembiayaan sebesar Rp55,42 triliun pada Maret 2017. Secara year on year, angka itu naik 9,14 persen dari periode sama tahun lalu. Pada Maret 2016, pembiayaan BSM sebesar Rp50,78 triliun.
Direktur Bank Syariah Mandiri, Choirul Anwar, mengatakan, ada dua segmen yang tumbuh paling tinggi, yaitu sektor konsumer dan gadai. Dua sektor itu tumbuh 14,32 persen, menjadi Rp17,53 triliun.
“ Segmen ini ke depannya menjadi sumber pertumbuhan pembiayaan di BSM seiring fokus kami di segmen ritel,” kata Choirul di Jakarta, sebagaimana dikutip Dream dari keterangan tertulis, Senin 15 Mei 2017.
Dia mengatakan, pembiayaan di sektor commercial banking tumbuh 14,78 persen yoy menjadi Rp6,52 triliun, segmen mikro 11,59 persen year on year menjadi Rp4,19 triliun, dan segmen corporate banking 4,23 persen, menjadi Rp17,54 triliun.
Choirul menambahkan, anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (Persero) ini meningkatkan rasio kecukupan modal BSM dari 13,39 persen pada Maret 2016 menjadi 14,4 persen pada Maret 2017.
Sebelumnya, BSM membukukan laba bersih sebesar Rp90,26 miliar pada Maret 2017. Laba ini tumbuh 19,21 persen dibandingkan Maret 2016 yang sebesar Rp75,52 miliar.
Tidak hanya laba, bank syariah ini juga meningkatkan aset dari Rp71,55 triliun pada Maret 2016 menjadi Rp80,01 triliun pada Maret 2017 dan dana pihak ketiga 12,47 persen dari Rp63,16 triliun pada Maret 2016 menjadi Rp71,04 triliun pada Maret 2017.
“ Untuk perbaikan kualitas pembiayaan, BSM berhasil menurunkan rasio non performing financing (NPF) nett semula 4,32 persen pada Maret 2016 menjadi 3,16 persen pada Maret 2017. Adapun NPF gross membaik dari 6,42 persen pada Maret 2016 menjadi 4,91 persen pada Maret 2017,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya