Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Duh, Indeks Syariah Dan IHSG Rontok.
Dream - Pasar modal Indonesia tengah dilanda kecemasan. Dikurung sentimen negatif dari luar negeri, sebagian besar indeks acuan saham termasuk indeks saham syariah menyambut akhir pekan dengan bergerak melemah.
Sentimen kabar Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserves yang akan menaikkan suku bunga acuan membuat pelaku pasar menjauh dari lantai bursa. Sentimen negatif semakin menguat setelah isu Perang Dagang AS-China kembali memanas.
Pada papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 24 Agustus 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 0,684 poin (0,39%) ke level 176,530. ISSI menyentuh level terendah di 175,829 setelah dibuka melemah di 176,986.
Koreksi pada 23 emiten unggulan syariah juga membuat indeks keping biru syariah, bergerak melemah. Jakarta Islamic Index (JII) terperosok 5,998 poin (0,92%) ke level 646,602.
Sementara Indeks JII70 beringsut 1,468 poin (0,67%) ke level 217,800.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagian acuan pergerak bursa juga terkoreksi 14,235 poin (0,24%) ke level 5.986,750.
Kecemasan pelaku pasar membuat transaksi perdagangan saham berkurng tajam. Hingga sesi paska penutupan perdagangan tercatat 38,28 miliar lembar saham syariah ditransaksikan pelaku pasar dengan nilai Rp3,06 triliun.

Sebagian besar saham sektoral melemah. Koreksi saham terdalam ada di indeks industri dasar sebesar 0,87 persen, manufaktur 0,81 persen, infrastruktur 0,78 persen, dan industri aneka 0,73 persen.
Penguatan indeks pertanian sebesar 0,96 persen dan keuangan 0,59 persen tidak bisa menahan laju perdagangan.
Emiten bluechip syariah pencetak top gainer kali ini adalah ITMG yang harga sahamnya naik Rp225, SCMA Rp90, INDF Rp75, PTBA Rp30, dan PTPP Rp25.
Harga saham UNTR melemah Rp800, INTP Rp500, UNVR Rp350, SMGR Rp325, dan LPPF Rp175.
Dari pasar uang, dolar AS masih tetap perkasa. Dolar AS menguat 29 poin (0,20%) ke level Rp14.666 per dolar AS.
Dolar juga menguat ke level tertinggi di Rp14.676 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya