Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Uang Koin Suku Yap (Foto: Shutterstock)
Dream – Masyarakat, termasuk masyarakat zaman dulu, menggunakan uang untuk transaksi jual beli. Jenis uang pun beragam: uang kertas dan uang koin.
Nah berbicara uang koin, ada kegiatan transaksi unik yang masih digunakan sampai era digital ini. Yakni transaksi yang dilakukan suku Yap di Pulau Yap, Mikronesia, di Pasifik Utara.
Dilansir dari Oddity Central, Minggu 13 Mei 2018, uang koin yang digunakan untuk transaksi beda dari uang receh yang biasanya terbuat dari logam. Uang Suku Yap ini terbuat dari batu kapur yang berbentuk cakram.
Nggak tanggung-tanggung, uang ini gede banget. Ukuran diameter bisa mencapai 30 cm hingga 3,5 meter. Ukurannya ini bergantung kepada nilai uang dan yang nilainya tinggi adalah uang yang ukurannya paling besar.

“ Tidak jelas kapan itu terjadi. Tapi, tradisi lisan di sana mengatakan seorang navigator yang bepergian ke Palau menemukan cakram batu di sana,” kata profesor antropologi di Universitas Oregon, Amerika Serikat, Scott Fitzpatrick.
Fitzpatrick mengatakan, navigator itu meminta nelayan untuk membuat uang berbentuk ikan. Tapi, karena saat itu malam bulan purnama dibentuklah bulat. Agar bisa dibawa dengan kayu, batu ini dilubangi sehingga menyerupai cakram.
Dia berkata ukurannya yang fantastis tak hanya bertujuan sebagai pertanda nilai batu. Ukuran duit ini juga menjadi mencegah uang dibawa lari oleh orang lain.

Kerennya, kata Fitzpatrick, uang `koin` ini memiliki kedudukan yang setara dengan emas. Penduduk Yap zaman old menggunakan uang batu untuk transaksi penting, seperti mahar pernikahan dan barter untuk makanan—ini terjadi kalau sewaktu-waktu ladang keluarga bermasalah.
Lalu, mengapa orang-orang Yap sangat menghargai batu kapur? Profesor ekonomi di University of Southern Queensland, Australia, mengatakan batu kapur adalah barang yang diterima oleh orang-orang untuk alat transaksi yang sah.
Sebelum akhir perang dunia II, Suku Yap menjadi koloni Jepang pada periode 1915-1945. Kini, wilayah ini banyak dikunjungi turis-turis yang berasal dari Jepang dan Amerika. Imigran yang mendiami pulau ini disinyalir berasal dari Asia Selatan, Semenanjung Melayu, Kepulauan Indonesia, dan Papua Nugini. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya