Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Muslimah Tengah Khusyuk Membaca Ayat Suci Alquran (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Senin dan Ramadan merupakan hari istimewa dalam Islam. Sebab, pada hari dan bulan tersebut, Bagina Rasulullah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama berupa Surat Al Alaq ayat 1-5.
Kala itu, Rasul berusia 40 tahun. Turunnya wahyu pertama itu sekaligus menandai pengangkatan Muhammad menjadi Rasulullah SAW.
Selain itu, Senin memiliki keutamaan tersendiri. Bagi Rasulullah SAW, Senin sangat istimewa sebab di hari itu Sang Junjungan Umat Islam lahir ke dunia, seperti termaktub dalam hadis riwayat Muslim,
Dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab, " Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku."
Rasulullah SAW begitu mengistimewakan hari Senin serta Kamis. Pada dua hari itu, setiap amalan manusia dihadapkan pada Allah SWT, sehingga Rasulullah SAW suka berpuasa, seperti dijelaskan dalam hadis riwayat Tirmidzi dan An Nasa'i, dari Abu Hurairah RA.
Rasulullah SAW bersabda, " Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa."
Sementara Ramadan memiliki gelar, salah satunya, Bulan Alquran. Sebab, Alquran diturunkan pertama kali di bulan ini.
Ada sejumlah dalil yang mendasari hal ini. Beberapa di antaranya seperti Surat Al Baqarah ayat 185.
" (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran."
Sepanjang Ramadan, kita dianjurkan untuk berusaha agar bisa mengkhatamkan Alquran. Ini dimaksudkan agar kita bisa mendengar lanturan ayat suci Alquran selama sebulan penuh.
Ibnu Taimiyah dalam Majmu'ah Al Fatawa menjelaskan demikian.
" Dalam sholat Tarawih disunahkan untuk mengkhatamkan Alquran. Inilah yang disepakati oleh para ulama bahkan itulah bagian dari maksud sholat Tarawih. Tujuannya adalah supaya kaum muslimin bisa mendengarkan Alquran seluruhnya di bulan Ramadan. Karena bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Alquran. Ketahuilah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang begitu semangat melakukan kebaikan. Beliau lebih bertambah semangat lagi di bulan Ramadhan. Di antara buktinya, saat bulan Ramadan Jibril secara khusus mengajarkan beliau Alquran."
(ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya