Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dampak Erupsi Gunung Merapi Masih Ada Di Bandara Internasional Adisucipto. (Foto: Merdeka.com)
Dream – Penutupan operasional Bandar Udara (Bandara) Adisucipto, Yogyakarta, diperpanjang hingga pukul 16.30 WIB. Penutupan ini merupakan imbas dari erupsi Gunung Merapi tadi pagi.
Kabar perpanjangan masa penutupan itu dikeluarkan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia/AirNav Indonesia. perusahaan pelat merah ini kembali merilis Notice to Airmen (NOTAM) terbaru.
“ Aerodrome Bandara Adisutjipto, Yogyakarta kembali ditutup hingga pukul 16.30 WIB sesuai NOTAM B3567/2018,” kata Manajer Humas AirNav Indonesia, Yohanes Sirait, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 11 Mei 2018.
Yohanes mengatakan AiNav Indonesia bersama seluruh stakeholder terkait akan terus memonitor perkembangan status Gunung Merapi dan dampaknya terhadap penerbangan.
Sekadar informasi, Gunung Merapi mengeluarkan asap setinggi 5.500 meter pada 07.32 WIB. Letusan ini mengeluarkan suara gemuruh dengan tekanan sedang hingga kuat.
“ Letusan melontarkan abu vulkanik, pasir, dan material piroklatik,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream.
Sutopo mengatakan letuasan ini berlangsung tiba-tiba dan tergolong dengan letusan freatik. Kondisi ini terjadi akibat dorongan tekanan uap air yang muncul karena kontak massa air dengan panas di bawah kawah Gunung Merapi.
“ Jenis letusan ini tidak berbahaya dan dapat terjadi kapan saja pada gunung api aktif. Biasanya letusan hanya berlangsung sesaat,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan