Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bandara Internasional Adisucipto Ditutup Sementara Karena Ada Erupsi Freatik Gunung Merapi. (Foto: Merdeka.com)
Dream – Gunung Merapi mengeluarkan erupsi freatik pagi tadi, Jumat 11 Mei 2018. Mencegah terjadinya hal yang bisa mengganggu penerbangan, PT Angkara Pura I memutuskan menutup sementara aktivitas Bandara Adisucipto, Yogyakarta.
" Kegiatan penerbangan dihentikan dulu," kata Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I (Persero), Israwadi, ketika dihubungi Dream di Jakarta.
Israwadi mengatakan operasional bandara ditutup sementara pukul 10.42-11.10 WIB berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) nomor B3564/18 mengenai penutupan Bandara Adisutjipto yang dikeluarkan oleh Airnav Indonesia.
" Barusan juga mendapat informasi, ditutup sampai 11.40. Diperpanjang," kata dia.
Israwadi mengatakan penutupan ini dilakukan karena penerbangan bisa terganggu debu vulkanik yang dikeluarkan Gunung Merapi. Saat ini, abu erupsi Merapi sudah mencapai bandara.
" Yang dikhawatirkan debu vulkanik membahayakan penerbangan," kata dia.
Sekadar informasi, Gunung Merapi mengeluarkan asap setinggi 5.500 meter pada 07.32 WIB. Letusan ini mengeluarkan suara gemuruh dengan tekanan sedang hingga kuat.
“ Letusan melontarkan abu vulkanik, pasir, dan material piroklatik,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream.
Sutopo mengatakan letuasan ini berlangsung tiba-tiba dan tergolong dengan letusan freatik. Kondisi ini terjadi akibat dorongan tekanan uap air yang muncul karena kontak massa air dengan panas di bawah kawah Gunung Merapi.
“ Jenis letusan ini tidak berbahaya dan dapat terjadi kapan saja pada gunung api aktif. Biasanya letusan hanya berlangsung sesaat,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya