Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Konten visual bukan lagi sesuatu yang hanya bisa dihasilkan orang-orang tertentu. Lewat kecanggihan teknologi, setiap orang bisa membuat konten visual untuk kebutuhan media sosial
Membuat konten visual sebenarnya cukup mudah. Salah satunya memanfaatkan kamera gawai semaksimal mungkin.
Penekun Street Photography, Bill Satya, membagi tips tentang membuat konten visual supaya lebih menarik. Yang perlu diperhatikan, pelajari gadget sebelum membelinya.
" (Perhatikan) segi kualitas gambar, fitur, daya tahan dan lainnya,” kata Bill Satya usai peluncuran Samsung Galaxy A6 dan A6+ di Bali, Selasa 8 Mei 2018.
Bill menekankan seluruh fitur yang dimiliki pada gadget sebisa mungkin dipelajari. Contohnya pencahayaan maupun piranti penyuntingan pada ponsel.
Menurut Bill, detil dalam pembuatan konten sangat penting untuk diperhatikan. " Bersihkan lensa sebelum memotret, gunakan fitur manual atau pro pada gadget," ucapnya.
Lebih lanjut, ada dua poin yang juga penting diperhatikan. Poin tersebut adalah eksplorasi angle atau konsep yang menarik dan memperbanyak referensi.
Sementara Sarah Azka , vlogger traveler pemilik akun @sarahazka, mengaku gawai mumpuni membantunya dalam mengeksplorasi tempat baru dan menciptakan pengalaman seru di setia perjalanan.
" Konten yang aku bagikan untuk followers mewakili karakteristik aku, karena aku ingin membuktikan bahwa passion travelling ini bisa menjadi caraku untuk mengajak orang datang ke destinasi tersebut. Semakin banyak orang datang, semoga membantu perekonomian daerah tersebut,” kata Sarah.
Untuk menghasilka konten video yang menarik, Sarag mengaku sangat memperhatikan tiga hal dari gawai yang digunakannya. Persyaratan utama adalah Smartphone harus praktis. Sebuah gawai harus memiliki kamera dengan fitur yang bisa menghasilkan kualitas gambar baik.
Sama dengan Billy, Sarah juga selalu memperhatikan kapasitas penyimpanan Ponsel plihannya. Sebagai Vlogger, kebutuhan penyimpanan external hingga 256GB sudah cukup besar untuk menyimpan banyak konten vlogging.
Terakhir, hasil foto harus diedit agar menjadi konten yang menarik diceritakan. Misalnya dengan menambahkan lagu yang sesuai emosi, sehingga orang yang melihat bisa seolah ikut merasakan kegembiraan yang aku rasakan ketika sedang travel.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya