Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto : Amrikh Palupi/Dream)
Dream - Berbagai vedor smartphone semakin menjamur dengan menawarkan berbagai tipe dengan spesifikasi yang dimilikinya. Tak sedikit mereka menawarkan harga yang cukup murah dengan spesifikasi lengkap.
Di tengah banjir produk gawai low end, tak membuat Samsung tergoda. Produsen dari Korea Selatan ini tetap fokus pada manfaat yang diberikan dari produk gawai daripada harus bertarung lewat perang harga dan spesifikasi.

" Singkat aja jawabanya, kita edukasi konsumen barang ini dibeli bukan hanya speksifikasi isinya tapi gunanya. Kita kasih nilai lebihnya apa. Kalau kita main cuma jeroan itu sih nggak terlalu sulit," kata Corporate Marketing & Online Business Director Samsung Electronics, Jo Semidang usai peluncuran smartphone Galaxy A6 dan Galaxy A6+ di Bali, Selasa 8 Mei 2018.
Jo menyontohkan, selama ini banyak vendor yang mencoba merayu konsumen dengan menawarkan prosesor mumpuni. Padahal, lanjut Jo, ada spesifikasi lain yang jauh lebih menentukan.
" Prosesor itu nggak selalu menjadi relevan karena hal-hal yang lain lebih penting lagi. Sound contohnya, display, jadi kita kemas totalitasnya bagus yang diperlukan buat konsumen bukan hanya membandingkan spesifikasi saja," ucapnya.

Head of Product Marketing, IT & Mobility Business Samsung Electronics Indonesia, Denny Galant menambahkan Samsung selama ini lebih menonjolkan keseluruhan keunggulan dari gawai buatannya.
" Kita bukan jual komponen tapi kita jualan benefit itu yang paling penting buat konsumen. Apalagi konsumen lifestyle. Ini (HP) bisa apa," jelasnya.

Denny memperkirakan vendor yang bersaing di pasar low cost kemungkinan takkan bertahan lama. Alasannya, loyalitas konsumen hanya dipicu faktor harga murah.
" Begitu ada yang lebih murah, dia pindah. Begitu seterusnya sampai yang kehabisan ‘gas’ keluar dari pasaran. Sementara, kami mainnya long-term," imbuhnya.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya