Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - PT Regio Aviasi Industri (RAI) selaku perusahaan pembuat pesawat R80 menjanjikan uji terbang pada 2022. Sementara produksi massal pesawat karya Presiden Ketiga Indonesia, Baharuddin Jusuf Habibie, diprediksi mulai 2025.
" Kita rencanakan selesai prototype akan diuji terbang empat pesawat dan dua didarat pada 2022," ujar CEO RAI, Agung Nugroho di kediaman Habibie, Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Kamis, 28 September 2017.
Setelah uji coba dijalankan, RAI segera mengurus sertifikasi pesawat R80 ke Kementerian Perhubungan. Ini agar pesawat tersebut dapat diproduksi secara massal.
Agung pun memasang target saat produksi massal nanti, akan ada 35 unit pesawat diproduksi.
" Kita harapkan sertifikasi internasional. Produksi rata-rata 35 pesawat per tahun," ucap dia.
© Dream
Dream - Presiden ketiga Indonesia, Baharudin Jusuf Habibie, tidak main-main dengan proyek besar pembangunan pesawat R80. Bahkan, secara tegas Habibie menyatakan pesawat itu harus terbang.
" Kalau R80 tidak mengudara, maka dengan itu kita boleh anggap sejarah pembuatan pesawat berakhir," kata Habibie di kediaman di Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta, Kamis, 28 September 2017.
Pernyataan Habibie cukup beralasan. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya regenerasi di industri pembuatan pesawat terbang nasional.

Proyek R80 ini, kata Habibie, akan diisi oleh para teknisi N-250. Usia mereka rata-rata sudah memasuki masa pensiun.
Meski begitu, akan ada sejumlah teknisi muda di proyek besar ini. Habibie berharap para teknisi muda mendapat transfer ilmu dan pengalaman yang bermanfaat besar dalam membangun industri dirgantara nasional.
" Kalau gagal tidak ada SDM terbarukan, tidak ada motivasi," pungkas Habibie. (ism)
© Dream
Dream - Presiden ke tiga Indonesia, Baharudin Jusuf Habibie, terus bersemangat untuk mengembangkan dunia kedirgantaraan di Tanah Air. Kali ini, dia menggagas sebuah pesawat komersial baru, R80.
Saat ini, prototipe pesawat itu tengah dikerjakan oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI), perusahaan milik Habibie dan putranya, Ilham Akbar Habibie. Karena bukan proyek pemerintah, RAI menjalin kerja sama dengan laman donasi Kitabisa.com untuk mendanai riset pengembangan pesawat tersebut.
" Publik dapat menjadi bagian dalam program pengembangan prototype pesawat R80 melalui crowdfunding," kata Co-founder & CEO Kitabisa.com, Al Fatih Timur, di kediaman Habibie, Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Kamis 28 September 2017.

Pria yang akrab disapa Timmy itu menyampaikan, mereka menyediakan laman khsusus bagi siapa saja yang mau berkontribusi mendukung proyek pesawat R80 melalui Kitabisa.com.
© Dream
Dream - Timmy menambahkan, setiap masyarakat yang memberikan dukungan berupa sumbangan minimal Rp100 ribu, maka pendonasi berkesempatan fotonya dipajang di badan luar pesawat.
" Kalau Rp200 ribu, selain penempelan foto, nanti juga akan dapat kaos. Rp300 ribu ditambah hoodie (sweater), kalau Rp700 ribu dapat jaket bomber. Ini akan menjadi pesawat pertama yang ada foto banyak orang," ucap Timmy.

Nantinya, empat prototipe pesawat R80 akan diuji terbangkan pada tahun 2022 dan dua prototipe pesawat R80 akan diuji di darat. Setelah itu, pesawat siap diproduksi massal pada 2025.
" Dukungan publik sangat dibutuhkan, agar rencana ini terwujud dan bisa berjalan sesuai dengan rencana," pungkas Timmy. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya