Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Keuangan Syariah Menerapkan Prinsip-prinsip Islam.
Dream – Di perekonomian, ada yang namanya keuangan syariah. Sistem dan produk keuangan ini dijalankan dengan prinsip Islami.
Misalnya, produk keuangan syariah tidak menggunakan bunga karena riba hukumnya haram. Begitu juga produk ini menggunakan akad, misalnya akad wadiah untuk tabungan dan murabahah untuk pembiayaan syariah.
Namun, keuangan syariah pun tak lepas dari prasangka yang berkembang di masyarakat. Apa saja?
Dilansir dari berbagai sumber, Jumat 29 September 2017, mitos yang pertama adalah produk keuangan syariah hanya untuk orang Islam. Anggapan ini tentu saja tak benar. Faktanya, produk keuangan syariah terus berkembang dan banyak peminatnya.
Bahkan, negara-negara yang penduduk mayoritasnya bukan Islam pun tertarik dengan produk ini dan mengembangkan keuangan syariah.
Tak percaya? Contohnya negara yang sebagian besar penduduknya bukan Islam, yang mengembangkan keuangan syariah adalah Inggris dan Rusia. Bahkan, Inggris ingin menjadikan London sebagai pusat keuangan syariah dunia.
Mitos kedua adalah produk keuangan syariah tak menguntungkan karena tak memiliki bunga. Eits, siapa bilang. Produk keuangan syariah memang menghindari penggunaan bunga karena hukumnya haram dalam Islam. Itu bukan berarti produk keuangan syariah tak menguntungkan seperti yang konvensional.
Dalam keuangan syariah, terdapat yang namanya bagi hasil. Pembagian hasil disesuaikan dengan kondisi. Misalnya, bank syariah akan memberikan bagi hasil yang sedikit kalau keuntungan yang didapatnya sedikit. Sebaliknya, bank syariah juga memberikan bagi hasil yang besar jika keuntungan yang didapatkan juga besar.
Hal ini berbeda dengan bank konvensional yang menerapkan sistem bunga. Bank tersebut akan memberikan bunga yang tetap kepada nasabah, baik bank berada dalam keadaan rugi maupun untung. Sistem ini bisa merugikan bank itu sendiri.
Sekadar catatan juga, di keuangan syariah, bank syariah juga turut berbagi risiko kepada nasabahnya.
Mitos yang ketiga adalah produk keuangan syariah masih sedikit. Keuangan syariah kini memiliki banyak produk keuangan, mulai dari tabungan, asuransi, manajemen investasi, sampai gadai syariah.
Sekarang juga sudah banyak institusi keuangan yang menawarkan produk keuangan syariah kepada masyarakat, seperti PT Pegadaian (Persero) yang menawarkan gadai syariah, PT Bank Muamalat yang memberikan KPR syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) yang memberikan pembiayaan syariah untuk usaha.
Masih ragu menggunakan produk syariah?
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol