Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Ilustrasi Resign. (Foto: Shutterstock)
Dream – Untuk beberapa alasan, banyak orang di Jepang sulit keluar dari pekerjaan. Mereka lebih suka membayar pihak ketiga untuk keluiar dari perusahaan.
Plus, pihak ketiga ini akan berhadapan dengan bos dan rekan kerjanya serta mengurus pengunduran dirinya.
Dilansir dari Oddity Central, Minggu 30 September 2018, ada sebuah startup yang bernama Senshi S LLC. Perusahaan yang berbasis di Tokyo ini didirikan oleh Toshiyuki Niino dan Yuichiro Okazaki pada akhir 2017.
Ada layanan “ Exit” yang fungsinya untuk mengurus jasa pengunduran diri seseorang. Mulai dari mengurus dokumen sampai berbicara kepada atasan tentang alasan mundur.
Klien yang ingin resign harus membayar uang sekitar 40 ribu—50 ribu yen (Rp5,25 juta—Rp6,56 juta).
Para pendiri startup ini kaget karena banyak orang yang ingin keluar dari pekerjaannya karena tertekan. Senshi merasa layanannya bisa membantu ratusan orang melalui jasa ini.
Okazaki mengatakan pihaknya telah mematangkan bisnis ini sejak lama. Konsep ini juga dirasa menjanjikan.
“ Pasti ada permintaan di kuar sana. Saya pribadi bingung mengapa orang-orang merasa sulit untuk berhenti, tapi saya merasa atmosfer ini lazim di Jepang,” kata dia.
Dia mengatakan, beberapa karyawan Jepang tak bisa menahan pikiran untuk mengatakan kepada mereka bahwa mereka berhenti.
Karyawan ini senang jika ada orang lain yang bersedia mengurus proses pengunduran diri.
Setelah permintaan diterima dan uang telah dibayar, layanan Exit akan menghubungi perusahaan dan menyampaikan mereka telah memutuskan mengundurkan diri, dalam banyak kasus, tidak akan bekerja lagi.
Beberapa atasan menuntut Exit agar bisa berbicara langsung dengan mereka. Tapi, sejauh ini, perusahaannya telah memenuhi permintana itu.
Semua dokumen dan rincian yang diperlukan, seperti sisa cuti yang dibayar atau barang yang harus dikembalikan, diurus oleh Exit. Layanan ini juga bertindak sebagai perantara jika ada pihak yang memiliki pertanyaan tentang proses resign.
“ Ini bagus untuk perusahaan juga. Karyawan yang berpikir untuk mengundurkan diri, pada umumnya, tidak terlalu produktif. Ini bisa menyelesaikan ketidakcocokan talent pada tahap awal dan akan membantu aliran pasar tenaga kerja,” kata Niino.
Hanya dalam satu tahun sejak didirikan, Senshi S LLC, akan segera menjadi Exit Inc.. Perusahaan ini telah memediasi pengunduran diri sekitar 800 klien di seluruh Jepang. Exit mendapatkan banyak perhatian di media belakangan ini, jumlah itu diperkirakan akan meningkat dalam waktu dekat. (ism)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia