Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Garuda (Shutterstock.com)
Dream - Utang PT Garuda Indonesia menumpuk. Hingga 1 Juli 2020, maskapai pelat merah itu mencatatkan utang dan pinjaman mencapai US$2,2 miliar atau Rp31,9 triliun.
" Saldo utang usaha dan pinjaman bank total 1 Juli 2020 US$2,2 miliar," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Selasa 14 Juli 2020.
Menurut Irfan, utang dan pinjaman sebesar US$2,2 juta itu di antaranya US$905 juta berupa pinjaman jangka pendek dan US$645 juta pinjaman jangka panjang.
" Dari US$645 juta ada pinjaman sukuk US$500 juta yang sudah kita negosiasi dan extend (perpanjang) selama tiga tahun yang seharusnya jatuh tempo 3 Juni 2020, menjadi 3 Juni 2023," kata Irfan.
Dia menambahkan, untuk cashflow (arus kas) yang tersisa di perusahaan hanya US$14,5 juta atau Rp210 miliar.
Untuk itu, selain menegosiasi pinjaman yang jatuh tempo, Garuda Indonesia juga merestrukturisasi sewa pesawat untuk menurunkan harga.
Garuda juga melakukan rekonsiliasi personalia 800 pegawai yang berstatus Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) diberikan unpaid leave (cuti luar tanggungan).
Irfan menambahkan, Garuda juga melakukan pensiun dini di mana pegawai yang berusia di atas 45 tahun diperbolehkan untuk mengambil pensiun.
" Sampai saat ini hampir 400 orang yang bersedia secara sukarela menerima program pensiun dini," kata Irfan.
Tak hanya menawarkan pensiun dini, Garuda juga memotong gaji karyawan 10 hingga 50 persen, baik dari level staf, jajaran direksi, maupun komersial. Semakin tinggi jabatan, pemotongan gaji (take home pay) semakin besar.
" Kemudian kita melakukan percepatan kontrak terhadap pilot, kontrak yang kita istilahkan dengan PKWT, kita selesaikan lebih dini, kita bayarkan hak-haknya sekitar 135 orang," ujar Irfan.
Dari efisiensi yang dilakukan di internal perusahaan, Garufa berharap bisa menghemat hingga US$67 juta.
Garuda juga akan memaksimalkan penerbangan kargo dan sewa. Pada Selasa 14 Juli 2020, terdapat 10 penerbangan khusus yang diisi hanya kargo.
" Kami tidak punya pesawat khusus kargo tapi ada izin Kemenhub, sehingga kami bisa bawa barang-barang kargo di atas mesin pesawat asal berat tidak lebih 70 kg. Kami juga melakukan penundaan pembayaran kepada pemasok jasa, avtur, kebandarudaraan," kata Irfan.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele