Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sistem keuangan syariah kini tidak lagi menjadi milik masyarakat muslim saja, tetapi sistem ini kini menjadi sistem keuangan global mendampingi sistem keuangan konvensional.
Banyak negara yang non-Muslim mulai tertarik mempelajari sistem ini. Bahkan, negara Katolik Vatikan, tengah mempelajari sistem ini, salah satunya dari Indonesia.
Hal ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad dalam pembukaan Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah 2015 di Universitasi Indonesia, Depok.
" Minggu depan saya diundang Vatikan menjadi pembicara terkait keuangan syariah dari sisi ajaran," ujar Muliaman.
Menurutnya, kini studi mengenai keuangan syariah bukan lagi merupakan studi yang langka. Lembaga seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) kini mulai melakukan studi-studi terkait sistem ini.
" Bank Dunia dan IMF yang tidak pernah menyinggung keuangan syariah, tetapi beberapa tahun ini sudah ada paper keuangan syariah. Alhamdulilah sekarang sudah tidak sulit mencari artikel keuangan syariah," ungkapnya.
Muliaman menambahkan dunia telah membuka matanya terhadap sistem keuangan syariah ini. Di Indonesia, sistem ini terus berkembang sejak mulai adanya bank syariah pertama di Indonesia pada tahun 1992 dan undang-undang terkait bank syariah pada tahun 2005.
" Dalam periode yang sangat muda ini pertumbuhannya sudah cukup cepat. Sekarang, 10 persen utang pemerintah itu sudah utang syariah. Rencananya tahun ini akan ditambah karena Menteri Keuangan-nya Ketua IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam) yang lebih suka utang syariah," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya