10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Dream - Beberapa karyawan menilai dirinya akan semakin produktif, lebih bahagia, dan sehat jika diberi kebebasan untuk bekerja dari rumah atau memiliki jam kerja yang fleksibel.
Hal itu nampak pada makin meningkatnya jumlah karyawan di Uni Emirat Arab yang mendukung pandangan tersebut. Sebanyak 74 persen dari responden yang disurvei mengatakan bekerja dari rumah atau memiliki jam kerja fleksibel justru akan meningkatkan produktivitas.
Seperti dikutip dari Gulf News, Selasa 28 April 2015, temuan tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan terhadap 1.000 karyawan dan profesional di bidang sumber daya manusia di UEA oleh YouGov for the Federal Authority for Government Human Resources (FAHR).
Dalam survei, polling tertinggi yang diberikan karyawan sebagian besar menginginkan jam kerja yang fleksibel. Jam kerja yang fleksibel mendapat respon baik atau sangat baik dari 64 persen responden, dan yang paling diminati oleh 84 persen warga UEA.
Banyak karyawan di UEA masih mengikuti jam kerja yang ketat dan menuntut mereka hadir di kantor. Namun menurut survei terbaru YouGov ini, tren tersebut sudah berubah.
Sekitar tujuh dari sepuluh responden mengatakan mereka diberi kesempatan untuk bekerja dari jarak jauh di seluruh UEA. Di antara mereka yang mengikuti aturan tersebut, 37 persen melakukan pekerjaan mereka dari luar kantor.
" Tren bekerja dari jarak jauh ini cukup menarik. Seiring banyak bisnis yang merangkul kemajuan teknologi, maka jam kerja fleksibel semakin mendapat tempat dan menciptakan keseimbangan yang sempurna antara kerja dan kehidupan," kata Lara Al Barazi, direktur riset di YouGov.
YouGov mengatakan jam kerja fleksibel menawarkan banyak keuntungan. Jam kerja seperti itu membuat karyawan merasa lebih puas dengan pekerjaan mereka, sehingga mereka akan jarang meninggalkan pekerjaannya. Tingkat stres juga menurun dan bisa memperbaiki tingkat kualitas hidup karyawan.
" Perusahaan harus mencatat bahwa dengan menawarkan jam kerja yang fleksibel, tidak hanya membuat staf lebih loyal tetapi juga mengurangi tingkat perputaran karyawan," kata Kory Thompson, Country Manager untuk UEA di Regus.
Menurut Chris Kozup, direktur senior di Aruba Networks, bekerja dari jarak jauh sangat menarik bagi karyawan generasi baru, yang disebut #GenMobile. Mereka adalah karyawan yang menggunakan mobilitas dalam melakukan pekerjaan mereka.(Ism)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli