Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia ambruk. Para pemodal dilanda kepanikan. Aksi jual saham pun menyeret seluruh indeks saham acuan ke zona negatif.
Kondisi semakin diperparah dengan langkah asing yang melepas portofolio sahamnya. Asing mencetak nett sell hingga Rp 2,10 triliun.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonsia (BEI), Jakarta, Senin, 27 April 2015, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung ambruk 189,909 poin (3,49%) ke level 5.245,446.
Posisi penutupan ini masih lebih baik mengingat IHSG sempat terhempas ke posisi terendah di 5.224,026.
Sebanyak 326 penghuni BEI menyeret IHSG ke teritori negatif. IHSG tak kuasa bertahan di zona hijau karena hanya bergantung pada 37 emiten yang bergerak naik.
Ambruknya pasar modal Indonesia diikuti dengan aksi jual beli yang terbilang cukup ramai. Transaksi 86,72 miliar saham membuat lantai bursa dibanjiri dana Rp 9,6 triliun.
Bergugurannya indeks acuan juga menyapa dua indeks saham syariah di pasar modal Indonesia.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan anjlok 5,321 poin (3,08%) ke level 167,242.
ISSI mendekam di teritori negatif sepanjang perdagangan awal pekan ini. ISSI hanya sanggup bertengger di level tertinggi 171,491 dan terpuruk ke level 166,427.
Sebanyak 186 emiten syariah menyeret ISSI ke zona merah. Sebaliknya, hanya 24 emiten yang bergerak menguat dan 37 lainnya stagnan.
Pelaku pasar mentransaksikan 43,44 miliar saham bernilai Rp 4,47 triliun.
Koreksi lebih dalam dialami indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) ambruk 25,053 poin (3,46%) ke level 698,238.
Hanya menyisakan satu emiten di zona hijau, sebanyak 29 penghuni JII kompak terpuruk ke teritori negatif.
Selain sentimen dalam negeri, bursa saham Indonesia tampaknya ikut merespon koreksi yang melanda sejumlah bursa saham utama Asia.
Indeks Nikkei Jepang dan Strait Times Singapura tercatat melemah 0,18 persen dan 0,10 persen. Namun Hang Seng dan Shanghai Composite bergerak menguat 1,33 persen dan 3,04 persen.
Kurs rupiah juga mulai kembali tertekan. Sore ini kurs rupiah bertengger di level 12.969 per dolar AS atau terdepresiasi 74 poin (0,57%)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya