Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Terhempas di Awal Pekan

Reporter : Syahid Latif
Senin, 27 April 2015 09:40
Indeks Syariah Terhempas di Awal Pekan
Tak ada satupun indeks sektor saham yang mampu beranjak di zona hijau.

Dream - Bursa saham Indonesia langsung diserang aksi jual hebat di awal perdagangan. Tekanan muncul seiring rilis kinerja emiten sepanjang kuartal I-2015.

Pelemahan bursa saham Indonesia ini terjadi di tengah laju indeks utama Asia yang justru bergerak menguat.

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 27 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas 1,546 poin ke level 171,017.

Hingga 30 menit waktu perdagangan, ISSI belum bisa bangkit ke zona hijau. ISSI justru melemah 1,084 poin (1,21%) ke lebel 170,479.

Sebanyak 121 emiten syariah sudah terkena aksi jual investor. Hanya 21 emiten yang masih jadi buruan pelaku pasar.

Transaksi perdagangan saham relatif minim dengan hanya memutar dana Rp 645,87 miliar dari 5,78 miliar saham yang beralihtangan.

Tekanan hebat juga dialami indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) membuka perdagangan dengan melemah 9,834 poin ke lebel 713,457.

Laju JII sampai setengah jam pertama juga belum memberikan harapan. Indeks JII terpangkas 9,766 poin (1,35%) ke level 713,525.

Aksi jual investor memaksa 25 emiten unggulan syariah masuk ke zona merah. Sedangkan 4 lainnya masih diburu investor dan 1 emiten memilik stagnan.

Sepanjang perdagangan pagi ini JII benar-benar mengalami tekanan hebat. JII Bahkan sempat ambruk ke level 711,424.

Lantai bursa Indonesia memang memulai perdagangan awal pekan dengan kurang menggembirakan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tergelincir 36,79 poin (0,68%) ke level 5.398,56 pada sesi prapembukaan.

Di sesi pembukaan, laju IHSG justru makin lemah. Kali ini, IHSG terpangkas 37,99 poin (0,70%) ke level 5.397,65.

Pasar modal Indonesia tampaknya belum bersahabat bagi dana-dana luar negeri. Asing membukukan nett buy Rp 114,17 miliar dari Rp 1,99 triliun dana yang bergulir di lantai bursa.

Seluruh indeks saham sektoral tak ada yang mampu beranjak di zona hijau. Pelemahan terdalam dialami emiten pertanian yang anjlok 5,03 persen diikuti infrastruktur 1,99 persen dan keuangan 1,98 persen.

Beri Komentar