Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia langsung diserang aksi jual hebat di awal perdagangan. Tekanan muncul seiring rilis kinerja emiten sepanjang kuartal I-2015.
Pelemahan bursa saham Indonesia ini terjadi di tengah laju indeks utama Asia yang justru bergerak menguat.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 27 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas 1,546 poin ke level 171,017.
Hingga 30 menit waktu perdagangan, ISSI belum bisa bangkit ke zona hijau. ISSI justru melemah 1,084 poin (1,21%) ke lebel 170,479.
Sebanyak 121 emiten syariah sudah terkena aksi jual investor. Hanya 21 emiten yang masih jadi buruan pelaku pasar.
Transaksi perdagangan saham relatif minim dengan hanya memutar dana Rp 645,87 miliar dari 5,78 miliar saham yang beralihtangan.
Tekanan hebat juga dialami indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) membuka perdagangan dengan melemah 9,834 poin ke lebel 713,457.
Laju JII sampai setengah jam pertama juga belum memberikan harapan. Indeks JII terpangkas 9,766 poin (1,35%) ke level 713,525.
Aksi jual investor memaksa 25 emiten unggulan syariah masuk ke zona merah. Sedangkan 4 lainnya masih diburu investor dan 1 emiten memilik stagnan.
Sepanjang perdagangan pagi ini JII benar-benar mengalami tekanan hebat. JII Bahkan sempat ambruk ke level 711,424.
Lantai bursa Indonesia memang memulai perdagangan awal pekan dengan kurang menggembirakan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tergelincir 36,79 poin (0,68%) ke level 5.398,56 pada sesi prapembukaan.
Di sesi pembukaan, laju IHSG justru makin lemah. Kali ini, IHSG terpangkas 37,99 poin (0,70%) ke level 5.397,65.
Pasar modal Indonesia tampaknya belum bersahabat bagi dana-dana luar negeri. Asing membukukan nett buy Rp 114,17 miliar dari Rp 1,99 triliun dana yang bergulir di lantai bursa.
Seluruh indeks saham sektoral tak ada yang mampu beranjak di zona hijau. Pelemahan terdalam dialami emiten pertanian yang anjlok 5,03 persen diikuti infrastruktur 1,99 persen dan keuangan 1,98 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya