Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Dream - BNI Syariah mencatatkan laba sebesar Rp 45,67 miliar pada kuartal pertama tahun 2015 ini. Jumlah tersebut naik 32,36% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 34,50 miliar. Direktur Utama BNI Syariah Dinno Indiano menilai hal tersebut merupakan pencapaian yang baik di tengah kondisi perekonomian yang belum pulih.
“ Alhamdulillah, walaupun tahun 2015 belum menunjukkan perbaikan yang cukup berarti karena masih dipengaruhi ekonomi global, tahun ini dibuka dengan cukup baik yang ditunjukkan oleh beberapa indikator yang berjalan sesuai rencana, profitabilitas tercapai sebesar Rp 45,67 miliar atau naik sebesar 32,36% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 34,50 miliar," tutur Dinno seperti dikutip dari keterangan pers, Jumat, 24 April 2015.
Dinno menambahkan pada kuartal lalu, aset BNI Syariah tumbuh 31,35% dari tahun sebelumnya dengan posisi total aset per Maret 2014 mencapai Rp 15,61 triliun. Pertumbuhan aset ini, lanjutnya, didorong pertumbuhan pembiayaan sebesar 28,73% dan pertumbuhan DPK sebesar 38,13% dari tahun sebelumnya.
" Dengan semangat berHasanah di tahun 2015, kami bersyukur kinerja BNI Syariah triwulan pertama tahun 2015 berjalan baik," jelasnya.
Dari total pembiayaan sebesar Rp 15,70 triliun, ungkap Dinno, sebagian besar merupakan pembiayaan cabang reguler yang meliputi pembiayaan konsumtif 53,10% dimana dominasinya 83,88 % adalah pembiayaan Griya iB Hasanah dan pembiayaan produktif UKM 21,46%. Selanjutnya disusul oleh pembiayaan komersial 16,42%, pembiayaan mikro 6,68%, dan pembiayaan kartu Hasanah Card 2,34%.
Seiring dengan pertumbuhan pembiayaan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga meningkat sebesar 38,13% dari tahun sebelumnya atau tumbuh sejumlah Rp 4,81 T dengan rasio Tabungan dan Giro (CASA) sebesar 44,22%. Pencapaian kinerja bisnis tersebut tetap memperhatikan kualitas pembiayaan dimana NPF sebesar 2,22%. (Ism)
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol