Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa
Dream - Indeks acuan saham syariah menutup perdagangan jelang libur akhir di zona positif. Penguatan terjadi di kala emiten sektor pertanian rontok terkena aksi jual yang mengakibatkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpeleset.
Saham emiten barang konsumsi, UNVR kembali menyelamatkan indeks saham syariah dari tekanan.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Jumat, 24 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,459 poin (0,27%) ke level 172,563.
Penguatan ISSI ditopang menguatnya harga saham dari 84 emiten syariah. Sebaliknya, 92 emiten berusaha menekan laju kenaikan ISSI dan 60 lainnya memilih stagnan.
Dengan 28,88 miliar saham yang diperdagangkan investor, laju ISSI sepanjang perdagangan kali ini bergerak nyaman di zona hijau. ISSI hanya mencetak level terendah di 172,138 atau masih berada di teritori positif.
Posisi tertinggi ISSI yang mencatat perdagangan Rp 3,07 triliun dicetak di level 173,487.
Penutupan di zona hijau juga sukses dicetak indeks saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) menutup transaksi jual beli saham dengan menguat 4,443 poin (0,62%) ke level 723,291.
Pelaku pasar mentransaksikan tak kurang dari 5,6 miliar saham bernilai Rp 2,05 triliun. Aksi jual beli ini sukses mempertahankan JII melaju di zona positif sepanjang perdagangan.
Saham UNVR kembali berhaisl menjaga JII di zona positifnya. Menjadi penghuni teratas daftar top gainer, UNVR menguat Rp 1.250 per saham. Disusul SILO yang menguat Rp 500, ITMG Rp 150, INTP Rp 125, dan PTBA Rp 125 per saham.
Sebaliknya, nasib kurang beruntung dialami penghasil CPO terbanyak di tanah air, AALI yang turun Rp 1.100 per saham. Top losser lainnya adalah AKRA yang melemah Rp 250, PGAS Rp 60, serta ASII dan INDF yang melemah Rp 25 per saham.
Sementara itu, IHSG lagi-lagi tak bisa mempertahankan penguatan yang dicetaknya pada sesi pembukaan. IHSG sore ini melemah tipis 0,854 poin (0,02%) ke level 5.435,355. IHSG pafi tadi dibuka menguat ke level 5.451 dan sempat menembus posisi tertinggi 5.464,341.
Lantai bursa jelang libur akhir pekan ini dipenuhi aksi jual beli saham senilai Rp 4,96 triliun dari 46,05 miliar saham yang beralihtangan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya