Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shanghaiist.com)
Dream - Dengan menggunakan aplikasi bernama Didi Da Ren atau Didi Hit People, pengguna bisa menyewa preman atau tukang pukul untuk menghajar orang dengan biaya tertentu.
Ini seperti kita menggunakan aplikasi Uber untuk memanggil taksi mengantarkan ke tempat tujuan.
Menurut Want China Times dikutip Shanghaiist.com, Kamis 23 April 2015, pengguna dapat mengirim iklan untuk mencari tukang pukul, di mana sebagian besar pelatih gym, pensiunan tentara, atau anggota gangster.
Konsep aplikasi nyeleneh ini lahir dari talk show komedi online yang tayang pada Februari lalu.
Tak disangka, konsep tersebut diseriusi oleh sebuah perusahaan pembuat aplikasi Android, Changsha Zhang Kong Information Technology Limited.
Awalnya aplikasi ini bebas di download di Google Play, sebelum akhirnya ditarik kembali oleh pembuatnya pada Kamis pekan lalu.
Namun aplikasi ini tetap tersedia di Android store pihak ketiga, terutama yang beroperasi di Tiongkok. Situs Qihoo360 melaporkan aplikasi tersebut telah diunduh sebanyak 400.000 kali.
Penasaran, seorang wartawan di Kunming yang membuat tawaran pekerjaan palsu mendapat kiriman nomor ponsel seorang pria yang mengaku preman di Shanghai.
Pria itu mengklaim mampu mengirim siapa pun ke rumah sakit dan bersedia negosiasi harga sesuai dengan tingkat bahayanya. Dia minta dikirim foto dan alamat calon korban agar bisa menyelesaikan pekerjaan yang ditawarkan.
Menariknya, pria tersebut mengatakan pembayaran dapat dilakukan secara online setelah pekerjaan dilakukan. Untuk aksinya itu, pria ini minta bayaran antara 200-500 yuan (Rp 600 ribu - 1 juta). (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya