Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan perlunya reformasi arsitektur keuangan dunia, dengan menghilangkan dominasi suatu kelompok negara atas negara lain.
Seperti dikutip dari situs Kementerian Keuangan, Kamis, 23 April 2015, hal tersebut dsampaikan Jokowi dalam pembukaan Peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) yang diselenggarakan di Jakarta, kemarin.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menegaskan negara-negara Asia-Afrika juga harus turut serta dalam pengelolaan ekonomi dunia, dan memiliki kewajiban untuk membangun sebuah tatanan ekonomi dunia baru.
Reformasi keuangan global tersebut, lanjutnya, harus dapat memberikan pengakuan dan ruang bagi kekuatan-kekuatan ekonomi baru, serta membuang anggapan bahwa masalah ekonomi dunia hanya dapat diselesaikan oleh Bank Dunia, Dana Moneter Internasional, maupun Bank Pembangunan Asia.
Menurut Jokowi, saat ini hanya sekitar 20 persen dari negara-negara di dunia ini yang dapat menikmati kekayaan, selebihnya tidak. Oleh karena itu, saat ini dunia memerlukan kepemimpinan global yang kolektif, yang dijalankan secara adil dan bertanggungjawab.
Ia menegaskan, Indonesia sebagai kekuatan ekonomi baru yang sedang bangkit, sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia siap memainkan peran global sebagai kekuatan bagi perdamaian dan kesejahteraan.
“ Indonesia siap bekerja sama dengan semua pihak untuk mewujudkan cita-cita mulia itu,” tandas Jokowi. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya