Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Polisi Emirat Sharjah memperingatkan warga untuk berhati-hati terhadap orang-orang yang meminta sumbangan uang atau barang-barang lainnya untuk organisasi amal.
Peringatan itu datang setelah warga Sharjah mengeluh tentang sekelompok orang yang mengaku bekerja untuk sebuah lembaga keagamaan di Al Nahda. Kelompok itu mengaku mengumpulkan sumbangan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana.
Kelompok peminta sumbangan, yang terdiri dari pria dan wanita, telah mendekati warga Al Nahda setidaknya dua kali sepanjang tahun ini.
" Setiap kali datang, mereka membuat alasan yang berbeda untuk meminta uang," kata seorang warga Al Nahda seperti dikutip dari Gulf News, Kamis, 23 April 2015.
Penduduk lain dari Al Nahda, Ahmad Mustafa, mengatakan ia memberi mereka agar mereka cepat pergi.
" Mereka berpakaian rapi dan menyodorkan amplop sambil mengatakan orang bebas menyumbang berapa saja. Mereka mengaku sedang membantu masyarakat yang terkena bencana di luar negeri," tambah Mustafa.
Gulf News memperoleh salinan selebaran yang mereka bagikan. Saat dihubungi beberapa kali, pemilik nomor ponsel yang tertera di selebaran itu menolak untuk berbicara dan mematikan teleponnya. Saat dihubungi di hari lainnya, dia mengatakan salah sambung.
Kolonel Sultan Al Khayal, Pejabat Kepolisian Sharjah, mengatakan kepada Gulf News bahwa pihaknya telah meluncurkan program pencegahan kejahatan dan penipuan dalam segala bentuk bertajuk 'Wiqayah'.
Kebanyakan pengemis dan peminta amal mengeksploitasi agama dan rasa empati masyarakat untuk mendapat uang dengan mudah, katanya.
Al Khayal menekankan organisasi amal resmi tidak mengirim orang ke rumah-rumah penduduk untuk meminta sumbangan. Semua organisasi amal di negara itu, kata dia, memiliki kantor pusat dan staf profesional yang akan membantu memberikan informasi soal sumbangan.
" Kami menilai ini masalah serius karena bisa meruntuhkan reputasi negara dan itu memengaruhi keamanan tempat," katanya.
" Orang-orang yang meminta sumbangan ini harus diwaspadai karena dapat melukai dan mencuri dari rumah-rumah penduduk. Mereka sering berdiri di luar rumah atau bangunan sepanjang hari, mengamati dan mengumpulkan informasi tentang kegiatan dan kebiasaan warga," tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya