Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Indeks acuan saham syariah sukses menembus zona hijau meski sempat tertekan jelang penutupan perdagangan. Penguatan terjadi dikala Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru harus jatuh ke zona merah.
Penguatan kali ini ditopang aksi beli investor domestik yang dihantui kinerja buruk emiten. Sebaliknya, pemodal asing justru semakin gencar melepas portofolionya.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 23 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,567 poin (0,33%) ke level 172,104.
Berbeda dengan IHSG, laju ISSI sepanjang perdagangan justru aman di zona hijau. ISSI hanya menyentuh level terendah di 171,572 dan tertinggi di 172,863.
Kembalinya ISSI ke teritori positif disokong naiknya harga saham dari 87 emiten syariah. ISSI sebetulnya mengalami tekanan dari melemahnya harga saham dari 98 emiten.
Pelaku pasar sepanjang hari ini memperdagangkan 44,45 miliar saham syariah bernilai Rp 3,96 triliun.
Pencapaian positif juga sukses diraih Jakarta Islamic Index (JII). Indeks saham bluechips syariah ini ditutup menguat 2,727 poin (0,38%) ke level 718,848.
Laju posisif ini terjadi di kala separuh penghuni JII justru terserang aksi beli. Namun JII memilih untuk mengikuti laju penguatan yang melanda 12 emiten unggulan syariah.
Indeks JII kali ini bergerak dalam rentang cukup lebar. JII mencetak level terendah di 716,373 dan tertinggi di 723,875.
Saham UNVR kemabli menjadi penyelamat laju indeks JII usai melesat Rp 1.400 per saham. Top gainer emiten bluechips syariah lainnya adalah SILO yang naik Rp 275, UNTR Rp 150, AALI serta PGAS masing-masing Rp 25 per saham.
Di kala dua indeks saham syariah ini bergerak menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru terserang aksi jual investor. Kekhawatiran kinerja emiten perbankan yang tak sesuai ekspektasi menjadi pemicunya.
IHSG sore ini terpeleset 0,910 poin (0,02%) ke level 5.463,209. Pelemahan dipicu koreksi harga saham dari 166 emiten. Beruntung ada 135 saham yang menahan laju IHSG turun lebih dalam.
Lantai bursa sore ini diguyur dana investor hingga R 5,95 triliun dari 72,01 miliar saham yang diperdagangkan. Pemodal asing mencatat aksi jual bersih senilai Rp 791 miliar.
Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia bergerak variatif. Indeks Hang Seng sore ini melemah 0,38 persen sementara Nikkei Jepang menguat 0,27 persen.
Kurs rupiah yang kemarin sempat melemah sore ini menguat tipis. Rupiah bertengger di level Rp 12.950 per dolar AS, naik 5 poin (0,04%).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya