Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Makanan olahan Indonesia meraih gelar kehormatan di Pasar Kanada. Produk rempah-rempah, jamu, kecap, kopi, dan teh nusantara akan ditempatkan menjadi tamu istimewa sebagai `Country of Honor` pada partisipasi ketiga kalinya dalam pameran Salon International de l'Alimentation (SIAL), pada 28-30 April 2015 mendatang di Toronto, Kanada.
" Indonesia akan menjadi pusat perhatian. Melalui promosi berkelanjutan dan masif, pasar Kanada, khususnya, akan lebih mengenal cita rasa makanan olahan nusantara,” jelas Dirjen PEN Nus Nuzulia Ishak di Jakarta, seperti dikutip dari situs Kemendag, Senin, 27 April 2015.
Tahun ini, produk kopi hijau robusta Sumatera bertajuk `Exotico` yang diproduksi oleh PT AIM Food Manufacturing Indonesia, berhasil menyingkirkan 24 produk inovatif lainnya dan terpilih menjadi sepuluh besar penerima penghargaan SIAL Innovation Award.
Produk ini dianggap menjadi produk paling inovatif dari segi kualitas bahan dan desain produk, yang menggambarkan tren makanan kawasan Amerika Utara.
Pemenang berkesempatan mempromosikan produknya dengan skala Kanada dan global, berhak untuk menggunakan logo SIAL Innovation untuk mempromosikan produk, serta menampilkan produknya pada pameran yang diselenggarakan SIAL Group di Prancis, RRT, Timur Tengah, Brasil, dan Filipina.
Penyelenggara juga akan melakukan kegiatan business-to-business meeting dengan mendatangkan pembeli makanan dan minuman terkemuka dari Amerika Serikat.
Perdagangan Indonesia ke Kanada sangat positif. Pada 2014, nilai ekspor makanan Indonesia ke Kanada berjumlah USD 18,35 juta dengan pertumbuhan positif 12,46% dalam lima tahun terakhir.
" Pertumbuhan ini dipicu oleh peningkatan ekspor signifikan lima produk, antara lain food preparations (612%), rumput laut (147%), gula (126,9%), sirup (121,8%), dan kacang mete (50,8%)," ujar Nus.
Kemendag, Perwakilan RI di Kanada, dan Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) dan industri makanan dan minuman pada Paviliun Indonesia. Paviliun ini menempati pusat area pameran dan lahan terluas sebesar 315 m2 dengan konsep “ Taste Remarkable Indonesia”.
Indonesia menampilkan ragam makanan olahan terbaik dari 28 perusahaan makanan dan minuman seperti kopi, teh, jamu, tepung gluten-free, kacang, rempah-rempah, olahan dari lidah buaya, biskuit, cokelat, kecap, herbs, dan coconut sugar.
Pada partisipasi tahun 2013, Indonesia berhasil meraup transaksi senilai USD 4,5 juta dengan membawa 12 perusahaan. Sementara pada 2014, Indonesia meraup transaksi senilai USD USD 3,7 juta dengan membawa 13 perusahaan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya