Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi
Dream - Kepanikan investor dengan kinerja emiten sepanjang kuartal I-2015 belum berhenti. Indeks bursa saham Indonesia seluruhnya berada dalam tekanan.
Dua indeks saham acuan saham syariah bahkan telah terpangkas diatas 1 persen.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 28 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreks 0,796 ke level 166,446.
Hingga 20 menit waktu perdagangan, tekanan aksi jual belum kunjung mereda. ISSI malah terpurukl 2,230 poin (1,33%) ke level 165,012.
Aksi jual investor telah memaksa 110 emiten syariah memulai sesi pagi di zona merah. Sebaliknya, 31 emiten sudah mulai dilirik investor dan 23 lainnya memilih stagnan.
Nilai transaksi perdagangan di awal sesi mencapai Rp 366,17 miliar dari 3,29 miliar saham yang beralihtangan.
Tekanan lebih besar dialami saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka melemah 4,809 poin ke level 693,429.
JII masih terus tertekan hingga 20 menit. Kini JII telah terpangkas 11,325 poin (1,62%) ke level 686,913.
Papan perdagangan JII didominasi saham-saham bluechips syariah yang terseret ke zona merah. Tercatat 25 emiten bergerak melemah dan hanya 3 emiten yang masih diburu investor.
Tekanan aksi jual yang kuat di lantai bursa terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks acuan BEI ini dibuka melemah 34,30 poin (0,65%) ke level 5.211,13 di sesi prapembukaan.
Memasuki sesi pembukaan, IHSG masih tertekan 45,40 poin (0,87%) ke level 5.200.
Latai bursa pagi ini sudah diguyur dana investor hingga Rp 987 miliar dari 7,02 miliar saham yang beralihtangan. Investor asing kembali melakukan aksi jual dengan nett sell Rp 305 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun