Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ada Seorang Wanita Yang Meraup Untung Dari Penjualan Popok Ayam. (Foto: Oddity Central)
Dream – Di area urban seperti New York, Denver, dan Los Angeles, Amerika Serikat, sudah menjadi tren bagi kaum elit untuk membuang jauh-jauh peliharaan tradisional, seperti anjing, kucing, dan ayam.
Walaupun biasanya dipelihara di peternakan, kini, orang-orang “ terpandang” bisa memelihara ayam dengan elegan.
Memelihara ayam pun bisa menaikkan status sosial. Mengapa?
Dilansir dari Oddity Central, Minggu 26 Agustus 2018, seorang wirausaha bernama Julie Baker, membuat popok yang trendi untuk ayam. Terdengar konyol, tapi Baker sukses meraup untung US$50 ribu (Rp731 juta) dari bisnis popok untuk ayam dalam setahun.
Penghasilan ini tentu bukan jumlah sedikit untuk seorang wirausahawan.
Sepuluh tahun yang lalu, di peternakan kecilnya di Claremont, Baker memelihara banyak ayam dengan anak perempuannya. Ibu dan anak ini melihat ayam memakai popok agar kotorannya tidak berceceran di mana-mana.
Baker berpikir harus melakukan hal serupa. “ Oh, Tuhan. Saya harus melakukan serupa,” kata dia.

Dia membuat popok dari katun untuk ayam, terlebih ketika sang anak sering membawa ayamnya ke dalam rumah.
Kemudian, ibu ini membuat popok untuk ayam dan memakaikannya kepada ayam peliharannya. Ada pemilik ayam yang melihat ayam Baker memakai popok dan meminta wanita ini membuat barang serupa.
Pada 2010, Baker bersama sang anak mendirikan bisnis Pampered Poultry. Bisnis popok untuk ayam ini berkembang pesat. Awalnya, pelanggannya adalah teman-temannya. Kini, pelanggannya bertambah dari kaum urban yang memelihara ayam.
Setiap bulannya, dia menjual 500-1000 popok di 50 negara bagian Amerika Serikat. Harga satu unitnya sebesar US$18 (Rp263.182).
Tak hanya popok, Baker juga menjual pelindung sayap dan gaun untuk ayam.

Baker juga membuat layanan mewah untuk para pemilik ayam. Malah, ada juga bisnis penasihat ayam yang disewa dengan tarif US$225 (Rp3,28 juta) per jam untuk memastikan ayam-ayam senang. Ada juga chef spesial untuk memastikan para unggas ini makan makanan sehat.
“ Kami berpikir memberi pakan berupa makanan sisa. Tapi, ayam-ayam kami makan salmon panggang, bistik, selada segar, dan melon organik,” kata pemilik ayam, Amina Azhar-Graham.
Layanan mewah yang diberikan Pampered Poultry adalah memelihara ayam dengan smartphone. Pemilik bisa mengatur ventilasi dan keamanan kandang ayam dari ponselnya. Harga layanan ini dipatok dengan tarif US$20 ribu (Rp292,4 juta).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya