Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wanita Kaya-raya Asal Tiongkok, Chelsea Jiang, Mengungkapkan Kehidupannya. (Foto: The Coverage)
Dream - Ada yang bilang beda tempat beda rasa, beda orang beda pula persepsinya. Itulah yang terlihat pada diri Chelsea Jiang, salah satu bintang Ultra Rich Asian Girls, sebuah reality show yang menyoroti keluarga-keluarga kaya raya Tiongkok yang bekerja atau menetap di Kanada.
Dilansir dari The Coverage, Kamis 24 November 2016, Jiang adalah pendiri label fesyen C3 dan ibu dari seorang anak yang baru lahir awal tahun ini.
Dibesarkan di Tiongkok, Jiang mendapat pendidikan di sekolah kelas papan atas dan hampir tidak pernah bertemu ayahnya yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja.
Seperti kebanyakan gadis-gadis superkaya lainnya, Jiang juga mendapat pendidikan tambahan di rumah berupa kelas balet dan piano. Dan ketika ada kesempatan bertemu ayahnya, Jiang akan mendapatkan apa pun yang diinginkannya.
Namun, di balik itu semua, Jiang ternyata sosok yang rendah hati, pekerja keras, dan berhati lembut. Jauh sekali dari gambaran wanita kaya raya yang manja dan suka pamer kekayaan.
Mengapa?
© Dream
Berbicara tentang kekayaan, Jiang sangat memegang teguh pelajaran penting yang diajarkan keluarganya. Dia mengatakan keluarganya ini adalah pekerja keras. Setiap sen yang didapatkan adalah jerih payah kerja keras mereka.
" Mereka mengatakan kepada saya selalu bergantung pada diri sendiri, bukan orang lain," kata dia.
Wanita ini juga mengatakan dialah yang membuat keputusan meskipun orang tuanya memberi bantuan finansial.
Jiang memang seorang pengusaha, tapi ada satu pekerjaan yang dirasa paling berat.
© Dream
Mengenai pekerjaan paling berat yang pernah dia alami dalam hidupnya, Jiang menyebut menjadi seorang ibu. " Menjadi seorang ibu adalah pekerjaan tersulit. Namun di sisi lain itu adalah hal yang paling berharga juga," tambahnya.
Ketika National Post menanyakan apakah dia akan bersedia menerima pria dengan status sosial yang 'lebih rendah', Jiang menjawab 'Ya' karena dia lebih mempercayai cinta dari apa pun.
" Pria kaya berwajah jelek bisa menggunakan kekayaannya untuk operasi plastik untuk menjadi sosok yang tampan," kata Jiang.
Jiang juga tidak yakin jika lelaki yang mendekati dirinya hanya mengejar kekayaannya.
" Saya tidak pernah merasa kaya, kalau beruntung iya. Tapi saya tidak yakin ada pria mendekati saya hanya mengejar uang saya," ujarnya.
© Dream
Dalam Ultra Rich Asian Girls, Jiang memerankan sosok wanita kaya yang manja yang tidak tahu apa-apa kecuali uang dari orang tuanya.
Ketika ditanya apakah itu menggambarkan dirinya di dunia nyata, Jiang membantah, " Saya tidak pernah mendengar orang-orang bilang seperti itu mengenai saya karena saya bukan anak orang manja,” kata dia.
Jiang bercerita dia bahkan pernah menjadi pelayan di restoran saat usianya 18 tahun. Dia juga belajar keras agar bisa lulus dan mendapat gelar sarjana matematika.
" Segala hal yang saya miliki saya peroleh dengan bekerja keras," kata dia.
© Dream
Beberapa tahun belakangan ini, banyak orang Tiongkok yang menjadi orang kaya baru. Tapi, kelakuannya justru tidak sopan atau dikenal sebagai tuhao. Ketika ditanya apakah wanita ini termasuk golongan ini, Jiang membantah dengan tegas.
" Tentu saja tidak. Kami orang-orang Tiongkok bukan tidak berbudaya atau tidak tahu aturan. Lagipula, saya tidak cukup kaya untuk disebut sebagai tuhou," katanya sambil tertawa.
Wanita yang sangat berharap bisa mengibarkan bisnis clothing line sendiri ini setuju dengan pendapat yang mengatakan orang kaya punya tanggung jawab untuk menjadikan dunia ini menjadi tempat yang lebih baik.
" Mereka bisa melakukannya dengan mudah karena memiliki kekuatan dan kekayaan yang lebih besar daripada yang lainnya. Saya kira orang-orang kaya harus melakukan sesuatu dengan kekayaan mereka untuk membantu mereka yang membutuhkan," jelas dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya