7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Waspada Penipuan Bermodus Fake Caller. (foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream – Ada saja modus yang digunakan oleh para penipu untuk menggasak uang sang korban. Salah satunya adalah mencatut nama instansi untuk menipu.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) turut menjadi korban pencatutan nama yang dilakukan oleh penipu. Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn, mengatakan, penipuan yang mencatut nama BCA kerap terjadi belakangan ini.
“ Modus penipuan mengatasnamakan Bank BCA makin marak belakangan ini, terutama telepon dari nomor palsu seperti + 6221-1500888 / 021-500888, dan sebagainya,” kata Hera di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Senin 6 September 2021.
Dia mengatakan penipu menggunakan aplikasi Fake Caller untuk melancarkan aksi jahatnya itu. “ Penipu bisa menggunakan aplikasi Fake Caller,” kata Hera.
Fake caller adalah aplikasi untuk memalsukan nomor telepon. Aplikasi ini dibuat agar pengguna bisa mengerjai orang lain, misalnya untuk April’s Mop.
Tapi, tak jarang juga aplikasi itu digunakan untuk menipu. Penipu menggunakan informasi ID penelepon palsu untuk mengelabui korbannya.
Biasanya, mereka akan mencatut nama instansi pemerintah, kepolisan, bahkan perbankan. Praktik ini disebut dengan caller ID spoofing.
Hera menyarankan nasabah tidak mengangkat telepon dari nomor yang mencurigakan. Memang, nomornya sekilas mirip dengan call center BCA.
“ Sebaiknya teman-teman TIDAK save nomor Halo BCA pada kontak di handphone,” kata dia.
Dengan begitu, nasabah bisa melihat nomor telepon yang masuk. Apakah benar itu nomor resmi Halo BCA 1500888 tanpa ada embel-embel +62, 021, atau apa pun.
Ke dua, jangan panik ketika mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal. Apalagi, penelepon memberikan ada aktivitas mencurigakan di kartu kredit, rekening, atau aplikasi bank. Hera menyarankan langsung mematikan telepon tersebut.
“ Kalau Anda melayani maka kartu kredit, debit/ATM, dan tabungan Anda bisa jebol! Jadi, segera matikan telepon tersebut,” kata dia.
Hera menegaskan BCA tak pernah meminta data-data seperti PIN ATM, nomor kartu ATM, PIN mobile banking, bahkan data-data pribadi lainnya.
Ketiga, menghubungi bank jika ada aktivitas mencurigakan. Ada empat channel untuk melaporkan penipuan.
Yaitu, Halo BCA 1500888, Twitter @HaloBCA, e-mail halobca@bca.co.id, dan WhatsApp BCA 08111500998.
“ Mari kita sama-sama mengingatkan orang-orang terdekat dan sekitar untuk tidak mudah tertipu oleh para penipu dengan menjalankan tiga cara di atas,” kata dia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?