Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lustrasi BTS
Dream - Lembaga penilai merek dunia, Brandz telah merilis daftar 50 merek perusahaan termahal di dunia. BCA didaulat sebagai merek paling mahal dengan nilai valuasi Rp 136,9 triliun.
Posisi BCA jau meninggalkan pesaingnya di industri perbankan tanah air. Meski menguasai aset terbesar, Bank Mandiri hanya menempati posisi keempat, di bawah saudaranya Bank BRI.
Selain sektor perbankan, Brandz memetakan 50 mereka perusahan dari sektor lain. Selain bank, merek yang masuk daftar bergengsi ini juga banyak dihuni perusahaan yang bergerak di industri properti.
Menyusul merek perusahaan rokok, produk perawatan tubuh, makanan, dan minuman ringan. Sementara produk alat rumah tangga, hiburan, maskapai hanya memasukan satu nama. (Inilah 50 Merek Termahal di Indonesia)
Mengutip laporan BrandZ Top 50 Most Valuable Indonesian Brands, industri telekomunikasi Indonesia menyumbang tiga nama operator dengan merek termahal.
PT Indosat Tbk dengan merek Indosat, PT XL Axiata (XL), dan PT Telekomunikasi Sleuler (Telkomsel) dianggap memiliki brand yang menancap sekaligus relatif bervaluasi mahal.
Valuasi merek dari ketiga operator tersebut dilaporkan mencapai US$ 8,417 miliar. Porsinya mencapai 13 persen dari 50 merek termahal di Indonesia.
Lalu siapakah merek operator telekomunikasi termahal diantara ketiganya:
© Dream
3. Indosat
Peringkat Brandz 50: 16
Valuasi merek: US$ 1,012 miliar
Pernah menjadi perusahaan pelat merah, Indosat kini sudah beralih kepemilikan ke perusahaan Qatar, Ooredoo. Jauh sebelumnya, Indosat merupakan operator milik perusahaan asing.
Indosat termasuk salah satu operator komplit karena menawarkan jasa telekomunikasi dan jaringan. Tenar dengan brand IM3, Indosat menjadi operator andalan generasu muda. Tak ayal pemasukan semakin menggemuk dengan pasar ini.
© Dream
2. XL
Peringkat Brandz 50: 15
Valuasi merek: US$ 1,032 miliar
Perusahaan telekomunikasi yang sahamnya dikuasai perusahaan Malaysia, Axiata ini merupakan operator dengan pelanggan terbesar kedua. Belum lama ini perusahaan melakukan rebranding dengan membawa tagline Sekarang Bisa dibarengi peluncuran logo baru.
Layanan 4G menjadi fokus bisnis XL. Belum lama ini XL bahkan menggusur operator kecil Axis.
Kinerja XL pada kuartal I-2015 memang belum meyakinkan. Meski pendapatan berhasil dipertahankan, perusahaan merugi akibat pelemahan rupiah dan pembelian Axis.
© Dream
1. Telkomsel
Peringkat Brandz 50: 5
Valuasi: US$ 6,733 miliar
Operator setengah pelat merah ini didaulat sebagai pemilik merek operator termahal di Indonesia. Dengan 140 juta pelanggan, jangkauan Telkomsel sudah mengangkasa hampir 95 persen di langit Nusantara.
Telkomsel memang menjadi perintis bisnis seluler di Tanah Air. Baru-baru ini perusahaan mulai menjejakan kakinya di layanan 4G LTE dengan 300 ribu pelanggan.
Tahun ini Telkomsel untuk pertama kalinya mulai membuka layanan pelanggan di Mekah, Arab Saudi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya