5 Pandemi yang Gemparkan Dunia Sebelum Covid-19

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Kamis, 2 April 2020 19:33
5 Pandemi yang Gemparkan Dunia Sebelum Covid-19
Sebelum virus Corona menjadi pandemi, ternyata ada 5 pandemi lainnya yang juga muncul dan menyebabkan banyak kematian di seluruh dunia.

Dream – Belakangan ini pembahasan mengenai virus Corona membanjiri semua media di seluruh dunia. Penyebarannya yang cepat dan meluas, menyebabkan banyak negara di dunia heboh.

Secara resmi pada 11 Maret lalu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengkategorikan Corona sebagai pandemi global.

Menurut sejarah, ternyata virus Corona bukan satu–satunya virus yang dikategorikan pandemi oleh WHO.

Setidaknya terdapat 5 virus lainnya yang juga dikategorikan sebagai pandemi global pada masanya. Berikut informasinya untuk kamu: 

1 dari 5 halaman

Cacar

 Ilustrasi cacar air© Shutterstock/Zametalov

Virus Cacar adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus variola. Selama abad ke 20, diperkirakan cacar menewaskan 300 hingga 500 juta orang di seluruh dunia.

Asal usul cacar tidak diketahui. Cacar diperkirakan berasal dari Kekaisaran Mesir sekitar abad ke-3 SM berdasarkan ruam seperti cacar yang ditemukan pada tiga mumi.

Deskripsi tertulis paling awal tentang penyakit yang menyerupai cacar muncul di Cina pada abad ke-4 M.

Setelah kampanye vaksinasi yang berhasil sepanjang abad ke-19 dan ke-20, WHO menyatakan cacar bisa diberantas pada Desember 1979.

2 dari 5 halaman

HIV / AIDS (1976)

 Sebanyak 105 Orang di Kabupaten Bekasi Terkena HIV/AIDS© MEN

Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang menyerang sel-sel yang membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit.

HIV pertama kali diidentifikasi di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1976. Sejak 1981, HIV telah menewaskan lebih dari 36 juta orang.

Dalam perkembangannya, virus ini memang belum bisa disembuhkan. Namun, pengobatannya memungkinkan lebih banyak orang untuk hidup dengan HIV.

Saat ini terdapat sekitar 31-35 juta orang yang hidup dengan HIV, mayoritas di Sub-Sahara Afrika.

3 dari 5 halaman

Pandemi Kolera Keenam (1899–1923)

 Penyakit Kolera© Pixabay

Pandemi ini merupakan wabah besar yang berasal dari India. Kolera menewaskan lebih dari 800.000 orang. Dan kemudian menyebar ke Timur Tengah, Afrika Utara, Eropa Timur dan Rusia.

Dokter di Inggris, John Snow, ketika bekerja di daerah miskin di London, melacak kasus kolera dan akhirnya berhasil mengidentifikasi air yang terkontaminasi sebagai sarana penularan penyakit tersebut.

4 dari 5 halaman

Flu Spanyol (1918 hingga 1920)

 Ilustrasi Virus© Pixabay.com

Flu Spanyol adalah pandemi influenza yang disebabkan oleh virus H1N1. Virus ini menyebar ke seluruh dunia antara tahun 1918 dan 1919. Virus ini dikaitkan berasal dari unggas, meskipun asal pastinya tidak jelas.

Menurut perkiraan CDC, Flu Spanyol telah menginfeksi sekitar 500 juta orang (atau sepertiga dari populasi dunia). Hal itu akhirnya menyebabkan sedikitnya 50 juta kematian di seluruh dunia dengan sekitar 675.000 kematian terjadi di Amerika Serikat.

Flu Spanyol merupakan pandemi yang sangat mematikan. Pada tahun 1918, korban virus pandemi ini mengalami paru-paru yang berisi cairan, dan radang paru-paru parah serta radang jaringan paru-paru.

Para ilmuwan juga bekerja untuk mereplikasi virus flu 1918. Mulai tahun 2005 mereka mengevaluasi patogenisitas virus atau kemampuannya untuk menyebabkan penyakit dan membahayakan inang.

Dalam penelitian yang dipimpin oleh Terrence Tumpey, PhD, seorang ahli mikrobiologi dan kepala Cabang Immunologi dan Patogenesis dari Divisi Influenza CDC, menunjukkan, virus itu sangat mematikan, bisa berevolusi, dan dapat menyebabkan pandemi di masa depan.

5 dari 5 halaman

Flu Babi (2009)

 Ilustrasi Babi© Pixabay.com

Flu babi adalah pandemi flu terbaru yang disebabkan oleh virus influenza baru, H1N1. Virus ini dikatakan pertama kali terdeteksi di Amerika Serikat, dan menyebar dengan cepat melintasi dunia.

CDC memperkirakan, flu babi menyebabkan 575.400 kematian di seluruh dunia. Pandemi flu ini terutama menyerang anak-anak dan orang dewasa paruh baya (orang dewasa yang lebih tua memiliki kekebalan).

Pandemi secara resmi berakhir pada 10 Agustus 2010. Namun, virus (H1N1) masih terus beredar sebagai virus flu musiman, yang menyebabkan kematian di seluruh dunia setiap tahun.

(Sumber The Health Site)

Beri Komentar
Melihat Kelanjutan Nasib Konser Tunggal Ayu Ting Ting