Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (arche-nova.org)
Dream - Serangan AIDS maupun kanker payudara masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Namun penelitian terbaru justru mengungkapkan ada pemicu kematian yang jauh lebih menakutkan dibandingkan kedua penyakit ini
Penyakit yang menyebar melalui air kotor dan sanitasi yang buruk dituding sebagai pembunuh perempuan terbesar kelima di seluruh dunia. Para peneliti bahkan sepakat menyebut penyakit dari air kotor dan sanitasi buruk menyebabkan lebih banyak kematian dibandingkan AIDS, diabetes maupun kanker payudara.
Hampir 800 ribu perempuan dilaporkan meninggal setiap tahun karena tidak memiliki akses ke toilet yang sehat dan air bersih. Klaim tersebut diperoleh dari analisis data pusat penelitian Institute of Health Metrics di Seattle, Amerika Serikat.
" Situasi buruk tersebut mempengaruhi pendidikan perempuan dan anak-anak perempuan, kesehatan mereka, martabat mereka dan pada akhirnya, dalam banyak kasus, menyebabkan kematian dini dan tidak perlu," kata Barbara Frost, CEO WaterAid, organisasi nirlaba yang fokus pada penyediaan air bersih dan sanitasi aman.
Llaporan WaterAid menunjukan kondisi fatal yang dihadapi perempuan jika mendapat fasilitas sanitasi yang buruk di antaranya adalah penyakit jantung, stroke, infeksi pernapasan dan penyakit paru kronis.
Lebih dari 1 miliar perempuan di dunia tidak mempunyai akses ke toilet pribadi yang bersih. Sementara 370 juta lainnya tidak memiliki akses air bersih.
Lebih dari 2 miliar orang telah memiliki akses air bersih antara tahun 1990 dan 2012. Tetapi hampir 70 juta tetap kekurangan air bersih yang dianggap sebagai hak asasi manusia oleh PBB.
Air kotor dan sanitasi yang buruk menjadi akar utama dari masalah seperti angka kematian ibu dan anak serta kekerasan seksual.
Banyak wanita di negara berkembang melahirkan di rumah tanpa akses air bersih, sehingga mereka dan bayi mereka mudah terpapar infeksi.
Tanpa toilet yang aman, perempuan dan anak perempuan terpaksa ke luar rumah untuk buang air dan ini sering dilakukan di malam hari. Sehingga menempatkan diri mereka pada risiko pelecehan dan penyerangan seksual.
Bahkan, di beberapa negara miskin, mencari air bersih adalah tugas pokok bagi perempuan dan anak perempuan. Mereka harus berjalan jauh menuju sumber untuk mengambil air bersih. Hal itu membuat mereka semakin jauh dari pendidikan atau aktivitas rumah tangga lainnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya