Air Kotor Lebih Mematikan dari AIDS dan Kanker

Reporter : Syahid Latif
Minggu, 8 Maret 2015 07:02
Air Kotor Lebih Mematikan dari AIDS dan Kanker
800 ribu perempuan meninggal karena pembunuh mematikan ini.

Dream - Serangan AIDS maupun kanker payudara masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Namun penelitian terbaru justru mengungkapkan ada pemicu kematian yang jauh lebih menakutkan dibandingkan kedua penyakit ini

Penyakit yang menyebar melalui air kotor dan sanitasi yang buruk dituding sebagai pembunuh perempuan terbesar kelima di seluruh dunia. Para peneliti bahkan sepakat menyebut penyakit dari air kotor dan sanitasi buruk menyebabkan lebih banyak kematian dibandingkan AIDS, diabetes maupun kanker payudara.

Hampir 800 ribu perempuan dilaporkan meninggal setiap tahun karena tidak memiliki akses ke toilet yang sehat dan air bersih. Klaim tersebut diperoleh dari analisis data pusat penelitian Institute of Health Metrics di Seattle, Amerika Serikat.

" Situasi buruk tersebut mempengaruhi pendidikan perempuan dan anak-anak perempuan, kesehatan mereka, martabat mereka dan pada akhirnya, dalam banyak kasus, menyebabkan kematian dini dan tidak perlu," kata Barbara Frost, CEO WaterAid, organisasi nirlaba yang fokus pada penyediaan air bersih dan sanitasi aman.

Llaporan WaterAid menunjukan kondisi fatal yang dihadapi perempuan jika mendapat fasilitas sanitasi yang buruk di antaranya adalah penyakit jantung, stroke, infeksi pernapasan dan penyakit paru kronis.

Lebih dari 1 miliar perempuan di dunia tidak mempunyai akses ke toilet pribadi yang bersih. Sementara 370 juta lainnya tidak memiliki akses air bersih.

Lebih dari 2 miliar orang telah memiliki akses air bersih antara tahun 1990 dan 2012. Tetapi hampir 70 juta tetap kekurangan air bersih yang dianggap sebagai hak asasi manusia oleh PBB.

Air kotor dan sanitasi yang buruk menjadi akar utama dari masalah seperti angka kematian ibu dan anak serta kekerasan seksual.

Banyak wanita di negara berkembang melahirkan di rumah tanpa akses air bersih, sehingga mereka dan bayi mereka mudah terpapar infeksi.

Tanpa toilet yang aman, perempuan dan anak perempuan terpaksa ke luar rumah untuk buang air dan ini sering dilakukan di malam hari. Sehingga menempatkan diri mereka pada risiko pelecehan dan penyerangan seksual.

Bahkan, di beberapa negara miskin, mencari air bersih adalah tugas pokok bagi perempuan dan anak perempuan. Mereka harus berjalan jauh menuju sumber untuk mengambil air bersih. Hal itu membuat mereka semakin jauh dari pendidikan atau aktivitas rumah tangga lainnya.

Beri Komentar