Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Mencukur Rambut. (Foto: Pro-Existence)
Dream - Selain bulu ketiak, kaum hawa terkadang juga 'merapikan' rambut kemaluan untuk menambah keyakinan dirinya. Padahal, mencukur rambut kemaluan adalah tindakan yang tidak disarankan oleh para ahli ginekologi.
Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas (87 persen) wanita akan mencukur rambut kemaluan mereka.
Di negara Barat, tindakan itu kebanyakan didorong oleh alasan estetika. Mereka tidak ingin rambut kemaluan mengintip keluar ketika memakai pakaian renang.
Namun, mencukur rambut kemaluan bisa mengundang berbagai masalah kesehatan. Hal ini sudah dibuktikan oleh 60 persen wanita yang melakukannya.
Menurut Dr Vanessa Mackay, seorang ahli obstetrik dan ahli ginekologi di Royal College of Obstetricians and Gynecologists Inggris, rambut kemaluan di daerah vagina memiliki peranan sangat penting untuk menjaga kebersihan alat kelamin wanita.
" Rambut kemaluan menjadi penghalang alami untuk menjaga kebersihan, untuk mengurangi kontak dengan virus dan bakteri, dan untuk melindungi kulit lunak vulva," katanya kepada The Independent.
Dia menambahkan selain melindungi terhadap penyakit dan masalah kulit, rambut kemaluan juga mencegah partikel asing seperti debu dan bakteri patogen masuk ke dalam tubuh.
Rambut kemaluan juga membantu mengontrol kelembaban area vagina sehingga menurunkan kemungkinan terjadinya infeksi jamur.
Merapikan rambut kemaluan, baik melalui cukur atau waxing, dapat menyebabkan iritasi dan membakar folikel rambut yang masih tertinggal.
Hal ini dapat menyebabkan luka terbuka yang tak tampak oleh mata namun berbahaya bagi kesehatan wanita.
" Jika iritasi terjadi di lingkungan yang hangat dan lembab, itu menjadi tempat yang menyenangkan bagi bakteri patogen untuk tumbuh sehingga dapat menyebabkan penyakit," katanya.
Memiliki rambut kemaluan justru menguntungkan sebab dapat meminimalkan kontak kulit dengan seseorang yang mungkin sudah terinfeksi penyakit kelamin.
Mencukur rambut kemaluan dapat menyebabkan serangkaian cedera ringan yang tidak nyaman, seperti luka bakar, kemerahan, lecet dan gatal.
Beberapa wanita mungkin memilih untuk melakukan waxing terhadap rambut kemaluan. Mereka percaya ini dapat mengurangi pertumbuhan rambut secara keseluruhan.
Namun ada juga yang mengatakan bahwa merapikan dapat meningkatkan kecepatan dan ketebalan pertumbuhan rambut kemaluan.
Apa pun cara dan alasannya, 'merapikan' rambut kemaluan juga bisa menyebabkan folikulitis atau masalah pertumbuhan rambut ke dalam.
Folikulitis adalah ketika rambut yang sudah tumbuh lagi, masuk kembali ke dalam kulit dan menjadi benjolan kecil di kemaluan.
Meski tidak berbahaya, dan akan hilang dengan sendirinya, para ahli menyarankan agar tidak memencet folikulitis.
Memencet folikulitis dapat menyebabkan kerusakan kulit dan infeksi. Dalam kondisi tertentu, folikulitis bisa meradang dan sangat menyakitkan.
(ism, Sumber: The Independent)
© Dream
Dream - Mencukur rambut kemaluan kamu sebenernya seperti mencukur bagian tubuh lainnya. Yang berbeda adalah bagian di area kemaluan memiliki rasa sensitif terhadap sentuhan, sehingga harus berhati-hati dalam mencukur rambutnya.
Ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan sebelum membersihkan rambut di kemaluan, seperti dilansir laman Cosmopolitan.
Sebelum dicukur, ambil air hangat dan bersihkan bagian kemaluan dengan air tersebut. Kemudian bersihkan dengan kain yang sudah dibasahi air hangat. Diamkan hingga mengering.

Setelah kondisi area kemaluan sudah mulai steril, aplikasikan krim atau lotion untuk mempermudah kamu dalam memotong rambut-rambutnya. Perlu diperhatikan jangan sampai lotion atau krim tersebut masuk ke area vagina.
Ketika siap untuk mencukur, pastikan posisi kamu sudah nyaman. Gunakan gunting atau pisau cukur yang tajam sehingga tidak akan menyebabkan iritasi pada kulit.
© Dream
Dream - Rasulullah mensabdakan bahwa Istihdad (mencukur bulu kemaluan) merupakan salah satu sunnah fitrah.
" Ada lima hal yang termasuk fitrah: khitan, istihdad, mencabut bulu ketiak, memotong kuku dan memangkas kumis" . (HR. Bukhari dan Muslim)

Lima manfaat istihdad telah diketahui di zaman modern yakni kebersihan terjaga, terhindar dari bau, sehat, meningkatkan sensitifitas saat berhubungan dan lebih higienis bagi wanita.
Lalu ada pertanyaan, bolehkan istihdad dilakukan oleh suami karena alasan agak sulit menggunting bulu-bulu itu sendiri, agar lebih mesra atau alasan lainnya?
(Ism)
© Dream
Dream - Karena saat suami membantu istrinya melakukan istihdad pasti akan melihat aurat inti istri, maka ada dua pendapat ulama.
Pertama, makruh. Ulama yang memakruhkannya berdalil dengan hadits riwayat Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa ia mengatakan:
" Aku tidak pernah memandang kemaluan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sama sekali" . (HR. Ibnu Majah)
Kedua, mubah. Dan ini pendapat jumhur ulama yang menilai hadits Aisyah tersebut dhaif sebagaimana disebutkan Al Hafizh Ibnu Rajab.
Selain itu, dalil lainnya adalah riwayat Aisyah dalam Bukhari dan Muslim bahwa ia berkata:
" Aku pernah mandi bersama Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam dari satu bejana antara aku dan beliau. Kemudian beliau bergegas-gegas denganku mengambil air, hingga aku mengatakan: tinggalkan air untukku, tinggalkan air untukku" . Ia berkata; " Mereka berdua saat itu dalam kondisi junub" . (HR. Bukhari dan Muslim).
© Dream
Dream - Dalam Fathul Bari dijelaskan, bahwa ulama seperti Ad Daudi berdalil dengan hadits ini terkait bolehnya suami memandang aurat istrinya.
Hadits lain yang menjadi pegangan bagi ulama yang membolehkan suami melihat aurat istrinya adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
" Jagalah auratmu kecuali dari istrimu" . (HR. Tirmidzi dan Abu Daud; hasan)

Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan, hadits ini menunjukkan bolehnya seorang istri melihat aurat istrinya.
Ibnu Hazm Azh Zhahiri menegaskan, “ Boleh bagi suami untuk memandang ‘milik’ istri sebagaimana istri juga boleh memandang ‘milik’ suami. Hal itu tidak dianggap makruh sama sekali.”
Wallahu a'lam
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya