CONNECT WITH US!

Hati-hati Aritmia, Pemicu Kematian Mendadak!

Reporter : Irma Suryani | Minggu, 13 Agustus 2017 06:02
Dokter RS Jantung Dan Pembuluh Darah Harapan Kita. (Ki-ka: Dr. Basuni, Dr. Amaliana, Prof. Yoga, Dr. Dicky)
Gejala aritmia adalah rasa berdebar, keleyengan, pingsan, hingga stroke.

Dream - Sebanyak 87 persen dari data pasien penyakit jantung koroner di Indonesia dilaporkan meninggal mendadak karena menderita aritmia. 

Aritmia adalah penyakit yang dikenal dengan gangguan irama jantung yang terjadi karena adanya gangguan produksi impuls atau abnormalitas penjalaran impuls listrik ke otot jantung.

Gejala aritmia dimulai dari rasa berdebar, keleyengan, pingsan, hingga stroke. Yang parah seseorang yang mengalami aritmia bisa mati mendadak. Namun, jika ditangani dengan tepat maka kematian mendadak dapat dicegah.

Melihat pentingnya penanganan pada penderita aritmia, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) telah mengembangkan unit aritmia sejak awal 1990 untuk melayani para penderita gangguan irama jantung ini.

Prof. DR. dr. Yoga mengatakan, “ Kemajuan di bidang aritmia belum bisa dinikmati secara luas oleh pasien-pasien di Indonesia karena sampai saat ini masih terdapat kendala besar dalam pelayanan aritmia di Indonesia, antara lain masih minimnya dokter subspesialis aritmia," lewat siaran pers yang diterima Dream.

Untuk itu pihaknya berharap di masa yang akan mendatang akan banyak dokter yang tertarik untuk mempelajari bidang aritmia sehingga banyak orang yang bisa menolong dan mengobati masalah kesehatan besar di Indonesia.(Sah)

 

Anies Baswedan resmi jadi Gubernur Jakarta - Setnov sudah sehat?