Awas! Virus Herpes Genital Tak Bisa Dibasmi Tuntas

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Senin, 20 Mei 2019 09:13
Awas! Virus Herpes Genital Tak Bisa Dibasmi Tuntas
Jika sekali terkena, maka virus akan terus bersarang di dalam tubuh.

Dream - Herpes genital merupakan salah satu jenis penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus Herpes Simpleks (HSV). Meski tidak mematikan, herpes bersifat kronis dan sangat mengganggu.

Data WHO mencatat bahwa 417 juta orang di dunia mengalami Herpes Genital, dengan angka 267,3 juta wanita dan 150,1 juta pria.

Virus herpes terdiri dari dua jenis. Tipe 1 ditularkan melalui oral ke oral sedangkan tipe 2 lewat aktivitas seksual.

" Namun dengan semakin berkembangnya bentuk aktivitas seksual, maka terkadang ditemukan HSV tipe 1 di area genital," kata Wresti Indriatmi, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Konsultan lewat keterangan rilis yang diterima Dream, Jumat 17 Mei 2019.

Awal mula penyakit herpes dimulai dengan lesi inisial primer. Saat pertama kali terkena herpes genital, tubuh akan langsung menunjukkan gejala seperti sariawan, sakit dan timbulnya nanah.

Selanjutnya diikuti dengan lesi inisial non-primer yaitu saat pertama kali virus masuk, tubuh sudah terlebih dahulu membentuk antibodi sehingga virus tidak langsung terlihat atau
menunjukkan gejala.

" Kemudian episode kambuhan, yaitu pada saat virus yang sudah ada dalam tubuh dan menunjukkan gejalanya saat antibodi menurun," lanjutnya.

1 dari 1 halaman

Tidak Bisa Disembuhkan

Virus herpes tidak bisa diobati secara tuntas. Jika sekali terkena, maka virus akan terus bersarang di dalam tubuh. Obat yang diberikan hanya mengurangi kekambuhan penyakit ini.

" Sifatnya periodik, kemunculannya akan bergantung dari daya tahan tubuh pasien," kata dr. Wresti.

Masyarakat dapat melakukan pencegahan agar tidak terkena virus herpes, misalnya dengan tidak berganti-ganti pasangan
saat melakukan hubungan seksual dan menjaga kebersihan area genital.

Selain itu, bisa juga dilakukan terapi bagi pasien herpes. Saat kondisi imunitas penderita sedang menurun, virus dapat aktif kembali. Sehingga menimbulkan episode rekurensi atau berulang.

" Bila episode ini terjadi minimal 6 kali dalam setahun, penderita akan diberikan terapi supresi sebagai lanjutan sesudah terapi rekurensi selesai dijalani," papar Anthony Handoko, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin. (ism)

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik