Foto: Shutterstock
Dream - Herpes genital merupakan salah satu jenis penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus Herpes Simpleks (HSV). Meski tidak mematikan, herpes bersifat kronis dan sangat mengganggu.
Data WHO mencatat bahwa 417 juta orang di dunia mengalami Herpes Genital, dengan angka 267,3 juta wanita dan 150,1 juta pria.
Virus herpes terdiri dari dua jenis. Tipe 1 ditularkan melalui oral ke oral sedangkan tipe 2 lewat aktivitas seksual.
" Namun dengan semakin berkembangnya bentuk aktivitas seksual, maka terkadang ditemukan HSV tipe 1 di area genital," kata Wresti Indriatmi, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Konsultan lewat keterangan rilis yang diterima Dream, Jumat 17 Mei 2019.
Awal mula penyakit herpes dimulai dengan lesi inisial primer. Saat pertama kali terkena herpes genital, tubuh akan langsung menunjukkan gejala seperti sariawan, sakit dan timbulnya nanah.
Selanjutnya diikuti dengan lesi inisial non-primer yaitu saat pertama kali virus masuk, tubuh sudah terlebih dahulu membentuk antibodi sehingga virus tidak langsung terlihat atau
menunjukkan gejala.
" Kemudian episode kambuhan, yaitu pada saat virus yang sudah ada dalam tubuh dan menunjukkan gejalanya saat antibodi menurun," lanjutnya.
Virus herpes tidak bisa diobati secara tuntas. Jika sekali terkena, maka virus akan terus bersarang di dalam tubuh. Obat yang diberikan hanya mengurangi kekambuhan penyakit ini.
" Sifatnya periodik, kemunculannya akan bergantung dari daya tahan tubuh pasien," kata dr. Wresti.
Masyarakat dapat melakukan pencegahan agar tidak terkena virus herpes, misalnya dengan tidak berganti-ganti pasangan
saat melakukan hubungan seksual dan menjaga kebersihan area genital.
Selain itu, bisa juga dilakukan terapi bagi pasien herpes. Saat kondisi imunitas penderita sedang menurun, virus dapat aktif kembali. Sehingga menimbulkan episode rekurensi atau berulang.
" Bila episode ini terjadi minimal 6 kali dalam setahun, penderita akan diberikan terapi supresi sebagai lanjutan sesudah terapi rekurensi selesai dijalani," papar Anthony Handoko, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin. (ism)
Advertisement
Sosok Low Tuck Kwong, Dulu Perantau Kini Raja Batu Bara Indonesia

Tenteng Tumbler Hits, Bisa Bantu Kurangi Sampah Plastik

Mirwan Suwarso, Orang Madiun Dibalik Melejitnya Klub Sepak Bola Eropa Como-1907

AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Thrifting Favorit Gen Z, Tonjolkan Personal Style dan Ekonomi Sirkular


Lebih Sehat Mana antara Susu Full Cream atau Susu Skim untuk Kesehatan Jantung?

AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Apa Sih Artinya Incel? Ketika Istilah Jomblo Berkembang Menjadi Subkultur di Internet

Memasuki Usia 50 Tahun, Ini Pemeriksaan dan Vaksin yang Sebaiknya Tidak Dilewatkan

Elektabilitas Dedi Mulyadi di Pilpres 2029 dalam Berbagai Survei, Mengapa Bisa Kalahkan Prabowo?

Sosok Low Tuck Kwong, Dulu Perantau Kini Raja Batu Bara Indonesia
